PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya sembilan warga Tala yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), tiga di antaranya terkonfirmasi positif terinfeksi virus mahkota (corona dalam Bahasa Latin: Mahkota, Red.).
Adanya tiga warga yang terpapar Covid-19, dikemukakan Bupati Tala, H Sukamta, di Halaman Balai Diklat Loka Bina Praja BPKSDM Tala di Hutan Kota, Pelaihari. Mereka yang positif, dua berasal dari Kecamatan Batu Ampar, sisanya dari Bati Bati.
Menurut Sukamta, mereka yang positif akan menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan tim medis Satgas Penanggulangan Covid-19.
“Tiga warga kita yang terpapar Covid-19 akan menjalani perawatan di sini, sambil menunggu eks RSUD Boejasin selesai dipersiapkan,” jelas Kamta, sapaan akrabnya kepada awak media, Minggu (19/4).
Dikemukakan bupati, RSUD Boejasin sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 akan diisi dengan pasien yang benar-benar tegak lurus terpapar Covid-19 dan dengan gejala berat. Sehingga yang gejalanya ringan, tetap di Balai Diklat BPKSDM Tala.
Mengenai enam ODP lainnya yang dinyatakan negatif, selain dikembalikan ke rumah masing-masing, mereka juga diminta untuk tidak bepergian kemana-mana selama menjalani karantina mandiri.
“Mereka merupakan orang-orang yang dalam empat hari terakhir berada dalam satu lingkungan dengan tiga warga lainnya yang positif,” imbuh Kamta.
Karena itu, sambung Kamta, keenam warga yang negatif terpapar virus korona itu tetap diwajibkan untuk tidak bepergian jauh dari rumah.
Kepada masyarakat Tala, Sukamta berharap agar tetap mengikuti aturan pemerintah dan satgas penanggulangan Covid-19. Karena peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai perkembangan virus korona sangat penting.
Sementrara itu berdasarkan data dari Satgas Penanggulangan Covid-19, sampai hari ini orang dalam pemantauan di Tala per 18 April 2020 tercatat 27 orang, turun 11 orang dari satu hari sebelumnya. (zkl/foto: zul yunus)