MARTAPURA, banuapost.co.id– Sang Pembeda. Cap yang sangat pantas disematkan ke pria bernama H Sahbirin Noor ini. Dimana dan kapan pun, seperti tak ada jarak dengan siapa pun.
Padahal sosoknya bukan sembarang orang. Mantan Gubernur Kalsel yang kini tengah berjuang untuk kembali menakhodai Bumi Lambung Mangkurat. Kali ini berpasangan dengan mantan Walikota Banjarmasin, H Muhidin.
Cap sebagai Sang Pembeda, karena sosok pria kelahiran Kampoeng Sungai Jingah, tepian Sungai Martapura, 12 November 1967, yang familiar dengan sapaan Paman Birin, begitu tak asing lagi bagi masyarakat Banua, baik tua, muda, terlebih anak-anak.
Jadi jangan heran, dimana pun Paman Birin ada, suasana pun menjadi riuh. Minta dilayani meski sekadar berfoto bersama.
Seperti itulah peristiwa yang terjadi di Kabupaten Banjar, Ahad (25/10) dari pagi hingga malam hari, ketika pasangan hidup Hj Raudayul Jannah ini menghadiri sejumlah undangan unduh mantu warga.
Kedatangan ayah dari tiga putra ini, langsung mengundang riuh para undangan, sekaligus memecah perhatian terhadap mempelai di pelaminan.
“Eh, ada Paman Birin datang,” celutuk undangan, seraya mendekat. Bergantian minta foto bersama.
Permintaan tak kuasa dielakan Paman Birin. Padahal belum juga memberikan ucapan selamat dengan tuan rumah yang mengundang.
Dengan sabar pecinta olahraga bela diri karate ini n melayani permintaan foto bersama dengan gawainya masing-masing. Bahkan tuan rumah pun tak mau ketinggalan. Minta berfoto dengan pasangan pengantin dan keluarga.
Menariknya di acara perkawinan tersebut setelah mencicipi hidangan, lagi-lagi Paman Birin sebelum pamit tak bisa berkelit. Karena di daulat untuk menyumbangkan suaranya, bernyanyi.
Apa boleh buat demi menghormati ‘rakyatnya’, lagu ‘Cincin Kawin’ yang dipopulerkan si Ratu Dangdut Elvi Sukaesih pun didendangkan.
Tak pelak lagi dengan suaranya yang berjenis bariton, para undangan terhibur dan senang. Bahkan di antara mereka ikut bergoyang mengikuti irama musik.
Begitupun Paman Birin berpindah tempat, dari undangan acara perkawinan ke acara perkawinan lainnya.
Di sela itu, Paman Birin menyempatkan diri mampir di warung pedagang jengkol di pinggiran Kota Martapura.
“Ini jengkol. Jaring ujar Urang Banjar. Nyaman dan nikmat,” jelasnya.
Tak sekadar itu, jengkol yang dijajakan diborong semua, lalu dibagikan kepada warga di sekitarnya. Ramailah warga menikmati penganan yang memiliki bau has tersebut. (yb/*/foto: ist)