PELAIHARI, banuapost.co.id– Entah gegara penampilan tim medis, khusus penanganan virus korona lengkap ber-APD (alat pelindung diri) hingga menimbulkan rasa takut, pastinya bocah jumbo asal Tala tak jadi dirawatinapkan di RSUD Ulin.
Achmad Irwandi (13), warga Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan, gagal mendapatkan pemeriksaan medis menyeluruh karena dibawa pulang pihak keluarga.
Seperti diketahui, bocah obesitas itu dibawa keluarga ke RSUD Ulin, Selasa (3/11). Namun sekitar tujuh jam, keluarga terpaksa membawanya pulang ke rumah.
Pihak keluarga tidak berkenan kalau Irwandi harus menjalani isolasi. Karena selama ‘dikurung’ hanya boleh ditemani satu orang. Sehingga cukup memberatkan, selain si jumbo juga mengaku takut diambil sample swab.
Karena keberatan dan rasa takut itulah, Kamis (5/11) pagi keluarga membawanya ke RSUD Idaman Banjarbaru. Namun pihak rumah sakit tidak dapat menerima. Pasalnya dalam surat rujukan, tertulis hasil rapid testnya reaktif.
Mulyadi, ayah sambung Irwandi, membenarkan membawa Irwandi ke RS Idaman Banjarbaru dan terpaksa kembali karena pihak rumah sakit tidak dapat menerimanya.
“Benar, tadi pagi kami membawa Irwandi ke RS Idaman Banjarbaru. Kami diminta untuk mencek ulang darahnya Irwandi,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi di rumahnya, Kamis (5/11) siang.
Mengenai kepulangan dari RSUD Ulin sehari sebelumnya, menurut Mulyadi, memang keinginan keluarga termasuk Irwandi sendiri.
“Kami tidak sanggup menjaga sendirian kalau Irwandi harus menjalani isolasi. Namun yang pasti, anaknya sendiri takut diambil sample swabnya,” beber Mulyadi.
Sementara Irwandi sendiri mengaku takut untuk diswab, meski sebelumnya sempat diambil darah oleh petugas medis.
“Saat di RSUD Ulin sempat diambil darah, namun ketika mau diswab saya tidak berani,” kata Irwandi.
Kondisi Irwandi saat dikunjungi banuapost sudah lebih baik dibandingkan dua hari sebelumnya. Ia sudah dapat bernafas dengan mudah, makan dan duduk, bahkan bercanda dengan kerabatnya.
“Kondisi anak saya sudah mendingan, tidak susah bernafas lagi, makan dan tidak banyak mengeluh kepanasan,” Ny Mardiah, ibunda Irwandi.
Rencananya pihak keluarga akan membawa kembali Irwandi ke RSUD Idaman Banjarbaru setelah pengambilan sample darahnya. Hanya tidak dijelaskan kapan pengambilan sample darah dilakukan. (zkl/foto: zul yunus)