BATULICIN, banuapost.co.id– Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, sepertinya gerah dengan persoalan pelayanan kesehatan gratis yang ikut jadi bola panas dalam kontestasi pilkada Bumi Bersujud.
Bahkan H Sudian Noor mengaku merasa difitnah terkait layanan kesehatan gratis yang disebut-sebut dihilangkan selama dirinya menjabat.
“Itu sama sekali tidak benar. Sampai saat ini pelayanan kesehatan masih gratis, dan sampai kapanpun akan tetap gratis,” tegas H Sudian.
Bila masih ada yang memungut bayaran di rumah sakit atau puskesmas, sambung bupati, laporkan baik melalui nomor pribadinya yang ditempel di rumah sakit dan puskemas, atau ke staf khususnya di bidang kesehatan.
“Pelayanan kesehatan tetap gartis dari dulu sampai sekarang di kelas 3. Jadi tidak benar kalau itu bayar. Bila masih bayar laporkan ke saya, itu pungli,” tandasnya.
Pelurusan persoalan pelayanan kesehatan gratis ini dikemukakan H Sudian Noor ketika menjadi jurkam mendampingi calon Bupati Tanbu nomor urut 03, dr HM Zairullah Azhar, menyambangi 4 desa di Kecamatan Kusan Hilir, Jumat (6/11).
Empat desa di Kusan Hilir yang dikunjungi, Saring Sungai Binjai, Pakkatellu, Rantau Panjang Hilir dan Sepunggur. Pada kunjungan kali ini, juga didampingi tim koalisi pemenangan ZR.
H Sudian Noor kembali mengingatkan warga agar memilih Zairullah Azhar. Karena sama halnya beramal jariyah. Sebab ikut membantu kesejahteraan anak yatim, janda tua jompo dan guru-guru ngaji.
Dalam kampanye ini, H Sudian Noor melontarkan pertanyaan soal slogan Kabupaten Tanah Bumbu, yakni kepanjangan dari Bersujud.
Bersih, Syukur, Jujur dan Damai (Bersujud) berhasil dijawab Yuli, remaja warga Desa Rantau Panjang. Sebagai apresiasi atas jawaban itu, H Sudian memberikan hadiah sebuah sepeda lipat.
Menurut H Sudian, slogan Bersujud bukan hanya sebatas slogan. Tapi itulah buah pemikiran seorang Zairullah Azhar saat membentuk Kabupaten Tanah Bumbu 2003 lalu.
Sosok Zairullah, tegas H Sudian, menjadi panutan. Selain peduli dan relijius, juga amanah selama memimpin Tanah Bumbu.
“Karena itu seandainya jabatan saya sebagai bupati bisa dilepaskan begitu saja, maka saya akan serahkan langsung kepada Ayahanda Zairullah Azhar. Saya ikhlas,” ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir. (emy/foto: ist)