SAMPIT, banuapost.co.id– Teka-teki tewasnya pedangang alat tulis dan pakan ternak, Darmanto (55) warga Desa Basirih Hulu, RT07/RW 02, Samuda, Sampit Kotim, akhirnya terungkap.
Pelakunya, AMA alias Andri (30), pendatang asal daerah Indonesia Timur yang menyewa rumah di Desa Jaya Karet RT 06/RW 03, diringkus Unit Reskrim Polsek Jaya Karya Samuda yang dibackup Satreskrim Polres Kotim, Ahad (10/7), beberapa jam setelah kejadian.
“Betul sudah kita amankan. Tersangka ditangkap di pinggir jalan Desa Bagendang beberapa jam setelah kejadian,” kata Kanitreskrim Polsek Jaya Karya Samuda, Aipda Dewa Gede, yang diminta konfirmasinya melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/7).
Cepatnya terungkap kasus pembunuhan yang sempat menggerkan Kota Sampit itu, berkat telitinya polisi dibantu warga sekitaran lokasi kejadian menelusuri jejak di hutan belakang ruko korban.
Pelaku diduga mencoba merampok. Namun mendapat perlawanan. Sehingga sempat terjadi perkelahian di dini hari itu.
Setelah melukai hingga pisau bersarang di bagian pinggang korban, pelaku melarikan diri masuk ke dalam hutan.
Dari penelusuran petugas dan bantuan beberapa warga dengan jejak di semak belukar di hutan tersebut, akhirnya ditemukan baju dengan becak darah yang sering dipakai pelaku.
Sementara menurut Muslimah, pemilik rumah kontrakan di Desa Jaya Karet RT 06, pelaku AMA sering keluar malam dan baru pulang menjelang dini hari.
“Menurut penuturan istrinya, tersangka yang memiliki prilaku aneh itu, sering keluar malam dan baru pulang menjelang dini hari,” ucap Muslimah.
Bahkan meski sudah enam bulan meninggali rumah kontrakan, lanjut Imah, sapaan akrabnya, pelaku masih memiliki tunggakan tiga bulan. Meski sering ditagih, selalu dijawab tidak punya uang.
“Anak saya pernah menagih sisa tunggakan itu, AMA selalu bilang tidak punya uang untuk membayar,” kata Imah. (um/foto: ist)