PELAIHARI, banuapost.co.id– Kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru, serta agak tebal pada Sabtu (31/7) pagi. Dugaan sementara, asap berasal dari kebakaran lahan yang terjadi di dua wilayah tersebut, termasuk Kabupaten Banjar.
Kebakaran lahan yang marak dalam beberapa hari terakhir, mulai memunculkan kabut asap hingga pukul 09:00 Wita, terutama mulai dirasakan saat memasuki Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Landasan Ulin dan Liang Anggang, Kota Banjarbaru serta Desa Pandahan Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
Di ruas Trans-Kalimantan yang menghubungkan kota Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut, asap mulai terasa memasuki Pemasiran dan Pengayuan yang berbatasan dengan Desa Pandahan, Kabupaten Tala.
Jalan Mistar Cokrokusumo yang menghubungkan Tala dengan Kota Banjarbaru melalui Simpang Tiga Bentok dan Kecamatan Cempaka, asap tebal terjadi di kawasan pintu Gerbang masuk Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati. Gumpalan asap tebal membuat jarak pandang tinggal sekitar 50 meter.
Haji Zulkifli, seorang pemilik rumah makan ketupat Kandangan di Desa Nusa Indah, mengaku kabut pekat kali ini merupakan yang pertama sejak masuknya musim kemarau.
Pagi tadi pergi ke Desa Sambangan untuk membeli ikan, sebelum masuk pintu gerbang arah Desa Sambangan, motornya menerabas gumpalan asap pekat.
“Tadi saat mau menuju Desa Sambangan motor kami melintasi gumpalan asap tebal, kira-kira jarak pandang tinggal 50 meter,” ujar Pak Haji yang berusia sekitar 70 tahun itu.
Menurut H Zulkifli, asap tebal kali ini kemungkinan besar akibat kebakaran lahan di Kecamatan Tambang Ulang dan Kecamatan Bati-Bati.
Hal yang sama juga diakui Agus, petugas SPBU Desa Gunung Raja, mengatakan pada pagi hari saat ia berangkat menuju SPBU kabut terasa lebih pekat dari biasanya.
“Kabut terasa lebih pekat dari hari-hari sebelumnya dan bertahan sampai matahari sudah mulai tinggi,” kata Agus yang mengaku tinggal di Desa Pulausari, tetangga Desa Gunung Raja.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran lahan terjadi pada Rabu Sore sampai Jumat Siang di Kecamatan Tambang Ulang dan Kecamatan Bati-Bati, petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tala, Manggala Agni Daops Tala dan TNI-Polri kesulitan mencapai titik api.
Akibatnya pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan pompa postable, jet sutter atau penyemprot hama dan kopyok untuk menghambat api di lahan bundung.
Titik api muncul di Desa Sungai Pinang, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati, Kecamatan Panyipatan dan Kecamatan Jorong, belum diketahui berapa luasan lahan belukar yang terbakar. (zkl/foto: zul yunus)