BANJARBARU, banuapost.co.id– Lanud Sjamsudin Noor gelar pelatihan dan sertifikasi basic remote pilot FASI Kalsel ke-4, 4-5 Desember. Kegiatan dibuka Danlanud Kolonel Pnb Yulmaizir Chaniago.
Diikuti 79 peserta, kegiatan dimaksudkan agar pilot drone betul-betul memahami aturan-aturan. Sebab drone saat ini banyak digunakan di sektor lain, seperti pertanian, pertambangan, bahkan hobi aeromodelling.
Terlebih penggunaan drone oleh masyarakat di masa depan, diperkirakan akan semakin banyak, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.
“Karena itu, aturan menerbangkan drone perlu terus disosialisasikan agar dapat menjamin keselamatan bagi semua pihak,” jelas danlanud.
Menurut danlanud, Pangkalan TNI AU Sjamsudin Noor sebagai pemegang otoritas ruang udara dan FASI Kalsel sebagai wadah komunitas penggiat dirgantara, perlu mengedukasi dan mensosialisasikan aturan penggunaan ruang udara kepada masyarakat umum.
Sosialisai ini sebagai salah satu metode menjaga keamanan dari berbagai pelanggaraan penggunaan drone tanpa pengawasan yang berpotensi menimbulkan bahaya pada kegiatan penerbangan.
“Oleh sebab itu, setiap penerbang drone wajib memiliki sertifikasi, sekaligus menjadi juru pembimbing di daerah tugas masing-masing untuk keselamatan dan keamanan bersama, baik dalam dunia kedirgantaraan maupun keamanan sendiri,” ujar danlanud.
Untuk keselamatan dunia kedirgantaraan, lanjut danlanud, maka pengguna drone harus ditertibkan, agar tidak membahayakan bagi orang lain, khususnya bidang penerbangan,
Begitupun kalau ada masyarakat menggunakannya dengan tidak sesuai peraturan dan perundang-undangan, segera laporkan.
“Sosialisasi dan pelatihan penting, agar masyarakat paham sekaligus dapat menerbangkan drone dengan baik, aman dan bertanggung jawab,” tandasnya.
Instruktur pelatihan ini, Paban II Puan Potdirga Spotdirga TNI AU, Kolonel Pnb Agung Sasongkojati, yang juga Ketua Drone Indonesia. (ril/foto: penau)