JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah diminta siaga dan sigap melakukan tanggap darurat, menyusul banyaknya bencana alam yang terjadi belakangan ini, termasuk gempa di Larantuka, NTT, terutama memprioritaskan operasi penyelamatan warga.
Permintaan disampaikan Ketua DPRRI, Puan Maharani, menyusul terjadinya gempa 7.5 M di NTT, Selasa (14/12), yang sempat mendapatkan peringatan dini tsunami oleh BMKG.
“Simpati yang mendalam saya sampaikan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT hari ini. Saya meminta pemerintah segera mengerahkan aset nasional dan daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk melaksanakan upaya penyelamatan dan tanggap darurat,” kata Puan, Selasa (14/12).
Pemerintah, lanjut Puan, harus bisa memastikan keselamatan warga dari ancaman tsunami maupun dampak akibat gempa.
“Keselamatan rakyat harus berada di atas segalanya. Secara khusus saya meminta kepada pemerintah, BNPB, Basarnas dan TNI/Polri, segera mengevakuasi warga terdampak,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan juga mengingatkan perlunya penanganan khusus bagi balita, anak-anak dan masyarakat berkebutuhan khusus. Begitupun pengerahan tenaga medis untuk memberikan pertolongan kepada korban, juga harus menjadi perhatian.
Mantan Menko PMK ini juga meminta pemerintah bersama instansi lainnya, merencanakan dengan seksama penanganan terhadap risiko terjadinya bencana. Mengingat banyaknya bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini, mengharuskan semua pihak bekerja sama agar bisa meminimalisir timbulnya korban, kerugian dan kerusakan.
“DPR RI mendorong Pemda bersama jajaran BPBD, Basarnas, TNI/Polri untuk bekerja cepat dan meningkatkan koordinasi dalam melakukan tanggap darurat secara sigap. Tiap daerah harus selalu siaga. Cek selalu kesiapsiagaan dalam penanganan tanggap darurat,” tandasnya.
Puan juga meminta pemerintah meninjau ketersediaan cadangan APBN untuk bencana di berbagai daerah yang rawan. Dengan begitu, penggunaan uang negara dapat lebih efisien. (b2n/foto: ist)