BALIKPAPAN, banuapost.co.id– Di tengah cibiran dan tentangan kadrun ibu kota, seiring ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) baru bernama Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanagara, Kaltim, Masyarakat Adat Dayak se Pulau Kalimantan sebaliknya antusias memberikan dukungan.
Dukungan disampaikan dalam deklarasi di Hotel Cokro Balikpapan, Ahad (30/1) malam, seusai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming, didaulat berbicara tentang IKN dan masa depan program pemerintahan Presiden Joko Widodo itu.
“Di forum tersebut, saya sampaikan IKN baru akan membawa banyak manfaat bagi kita, warga Kalimantan khususnya Masyarakat Dayak,” ujar Mardani yang juga Bendahara Umum PBNU ini ketika diminta penjelasannya, Senin (31/1), usai pengukuhan kepengurusan PBNU Masa Khidmat 2022-2027 dan Harlah Ke-96 NU di Balikpapan Sport and Convention Center, Kota Balikpapan, Kaltim.
Pemindahan IKN, sambung Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) dua periode itu, merupakan salah satu upaya Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
“Karena itu pemindahan ibu kota ke tanah kelahiran kita ini, harus memacu anak mudanya meningkatkan kapasitas dan kualitas. Salah satunya menjadi entrepreneur untuk membuka lapangan pekerjaan,” jelas CO Holding Batulicin 69 dan Maming 69 dengan puluhan entitas anak usaha tersebut.
“Oleh sebab itu mari kita buktikan, Pulau Kalimantan, khususnya KalimantanTimur, siap menjadi Ibu Kota Negara baru dengan nama Nusantara,” imbuh Mardani mengajak. (yb/foto: ist)