BANJARBARU, Banuapost.co.id– Enam unit helikopter water bombing disiagakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Sementara disiagakan 6 helikopter, mudahan-mudahan tidak bertambah. Mengapa? helikopter water bombing itu jalan terakhir, ketika api tidak bisa dipadamkan satgas darat,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto kepada awak media usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Kabut Asap akibat Karhutla di salah satu hotel di Banjarbaru, Selasa (25/7).
Menurut Jenderal bintang tiga ini, helikopter water bombing benar-benar dibutuhkan jika karhutla semakin membesar, terlebih akses menuju titik api dengan menggunakan armada darat yang sangat sulit.
“Makanya digunakan helikopter lewat udara untuk bisa segera dipadamkan,” jelasnya.
BNPB sendiri, lanjut Letjen TNI Suharyanto, terus mengevaluasi jumlah kelengkapan helikopter water bombing maupun pesawat yang digunakan untuk penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
“Jadi tak ada yang menjadi prioritas, semuanya sama-sama dan serentak,” tegasnya.
Penerapan TMC telah berlangsung di Kalsel sejak Jumat (7/7) lalu dan akan berakhir pada Minggu (30/7) mendatang.
“Nanti akan dianalisa, apabila masih kurang nantinya BNPB juga melaksanakan TMC untuk memastikan ketersediaan air yang digunakan operasi pemadaman jika terjadi karhutla,” ucapnya. (oie/foto:ist)