PELAIHARI,Banuapost.co.id- Jalan masuk ke Desa Muara Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tala, saat ini dalam kondisi menyedihkan, hampir separuh dari ruas jalan sepanjang 11 kilometer itu, mengalami kerusakanm, Teuk berdebu, hujan meninggalkan lumpur.
Jalan Desa Muara Asam Asam itu merupakan akses keluar masuk warga menuju jalan nasional dan satu-satunya.
Ironisnya, kerusakan akses masuk ke Desa Muara Asam Asam itu sebagian besar berada di kawasan pemukiman, sehingga kalau panas debu beterbangan dan kalau hujan kondisinya seperti kubangan.
Kerusakan jalan Desa Asam Asam tersebut sudah lama, sekitar satu tahun, kondisi ini diperparah dengan adanya aktivitas angkutan batu pekerjaan proyek pembuatan pemecah gelombang (break water) yang ada di pantai dekat pemukiman.
Pemasangan pemecah gelombang itu dilakukan untuk mengatasi abrasi pantai Desa Muara Asam Asam yang semakin parah, sudah puluhan rumah yang hancur akibat diterjang gelombang pasang.
Warga berharap setelah selesainya proyek pembuatan break water itu, jalan poros di pemukiman mereka dapat segera diperbaiki.
Jalan tersebut selama ini menjadi akses satu-satunya nelayan Desa Muara Asam Asam untuk menjual hasil tangkapannya atau warga luar desa yang ingin membeli ikan di Desa Muara Asam Asam. Selain itu jalan juga digunakan pelajar dan pekerja.
Usman, warga Desa Muara Asam Asam, mengaku hampir setiap hari ia membawa hasil tangkapannya ke Muara Kintap di Kecamatan Kintap. Menurutnya sejak rusaknya jalan itu, ia memerlukan waktu lebih dari setengah jam untuk mencapai jalan nasional, padahal sebelumnya hanya butuh waktu 15 menit.
“Itu pun kalau kondisi jalan kering, kalau habis turun hujan akan memakan waktu lebih lama lagi, karena jalan licin dan banyak genangan,” kata Usman.
Hal yang sama juga diakui Fadli, pembeli ikan asal Desa Swarangan, menurut Fadli, ia satu minggu sampai tiga kali ke Desa Muara Asam Asam untuk keperluan membeli udang hasil tangkapan nelayan setempat.
“Kerusakan jalan ini sudah cukup lama dan semakin parah sejak adanya angkutan truk material pemecah gelombang,” kata Fadli.
Sementara, Kepala Desa Muara Asam-Asam, Faidal mengatakan, selain masih adanya pekerjaan proyek pembuatan pemecah gelombang, kerusakan jalan itu diduga akibat adanya aktifivas angkutan truk penambangan pasir.
“Berdasarkan informasi dari dinas terkait, pekerjaan jalan di Desa Muara Asam Asam menunggu pekerjaan pemasangan pemecah gelombang selesai,” kata Faisal saat dikonfirmasi, Senin (14/10). (zkl/foto: zul)