MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Dinkes Barut menggelar pertemuan penyusunan dokumen data dan informasi Sumber Daya
Manusia Kesehatan (SDMK) di Muara Teweh, Selasa (27/8).
Pertemuan dihadiri pengelola data SDMK se Barito Utara
sebanyak 16 orang, pengelola data SDMK RSUD Muara Teweh satu orang, dan dari dinkes
tujuh orang.
Menurut Plt Kadinkes Barut, H Siswandoyo, fasilitas
kesehatan seperti puskesmas, RSUD dan Dinas Kesehatan, harus selalu
memperbaharui data dan SDMK-nya.
“Harus diperbaharui setiap ada perubahan SDMK minimal
satu bulan sekali, karena akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan,” jelas
Siswandoyo saat membuka kegiatan.
Begitupun dengan kurangnya tenaga kesehatan, baik dari
segi jumlah, jenis dan distribusinya, juga berdampak pada rendahnya akses
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas. Tantangan SDMK saat ini
dan ke depan, sebaran penempatan serta peningkatan kualitas SDM.
Siswandoyo berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan dapat
meningkatkan koordinasi serta kerjasama antara kabupaten dan puskesmas dan RS,
sehingga meningkatkan pengetahuan, keterampilan petugas dalam penyusunan
perhitungan kebutuhan SDMK.
“Sehingga dapat menyediakan dokumen data dan informasi
perencanaan kebutuhan SDMK sesuai dengan kebutuhan fasyankes di daerah ini,”
ucapnya.
Sementara Kasubag Keuangan Kepegawaian dan Umum Dinkes
Barut, Ruyanto mengatakan, tujuan pertemuan untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi
SDMK di wilayah kerjanya.
Selain itu, untuk acuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan
SDM kesehatan, baik meliputi PNS, penugasan khusus, kontrak, pendelegasian
kewenangan kepada tenaga dengan kualifikasi lebih rendah atau model
pendayagunaan serta meningkatkan mutu SDM kesehatan dan penyesuaian kapasitas
pendidikan tenaga kesehatan. (arh/foto:
ist)
