BOGOR, banuapost.co.id–
Perlindungan WNI dan masalah ekonomi menjadi bahasan diskusi Presiden Joko
Widodo dan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong XVI, Al-Sultan Abdullah
Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa
(27/8).
Mengutip siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima
redaksi banuapost.co.id, dalam konteks
perlindungan Warga Negara Indonesia, kedua Kepala Negara mendiskusikan mengenai
akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia, termasuk di wilayah
Semenanjung Malaysia.
Sementara di bidang ekonomi, kedua negara sepakat untuk
memperkuat kerjasama perdagangan dan investasi, khususnya di sektor migas,
serta kerjasama dalam mendukung promosi komoditas kelapa sawit.
Setelah kunjungan kenegaraan dengan Presiden Joko Widodo, Yang di-Pertuan Agong XVI beserta delegasi berkunjung ke Yogyakarta, 28 – 29 Agustus, melakukan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Selain pertemuan dengan Sri Sultan, Raja Malaysia dan
rombongan akan mengunjungi Kota Gede untuk melihat industri kerajinan perak,
Candi Brorobudur serta menonton sendratari Ramayana di kompleks Candi
Prambanan.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam
upacara penyambutan kenegaraan Raja Malaysia ini, Menteri Luar Negeri, Retno
Marsudi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dan Duta Besar
Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana. (yb/din/foto:
setneg)
