JAKARTA, banuapost.co.id–
Presiden Joko Widodo mengumumkan hasil kajian pemerintah mengenai lokasi ideal
bagi pembangunan ibu kota baru RI.
Melalui serangkaian kajian selama tiga tahun belakangan, presiden
menetapkan dua wilayah di Provinsi Kaltim sebagai lokasi pembangunan ibu kota
baru.
“Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan, lokasi
ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser
Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kaltim,”
ujarnya di Istana Negara, Senin (26/8).
Ada sejumlah alasan yang mendasari pemerintah untuk
memutuskan Provinsi Kaltim sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia.
“Satu, risiko bencana minimal baik bencana banjir,
gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor,”
ucapnya.
Selain dianggap minim risiko bencana, lokasi Kaltim yang
berada di tengah-tengah Indonesia juga menjadi pertimbangan utama bagi
pemerintah. Hal itu menjadi alasan kedua pemilihan Kaltim sebagai lokasi
pembangunan ibu kota baru yang memang bertujuan untuk pemerataan ekonomi ke
Indonesia Timur.
Adapun yang ketiga, presiden mengatakan, lokasi yang
telah ditetapkan tersebut berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang.
“Yang ketiga, berdekatan dengan wilayah perkotaan
yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda,” tandasnya.
Selain itu, infrastruktur yang relatif telah tersedia dan
kepemilikan lahan pemerintah seluas kurang lebih 180 ribu hectare, juga menjadi
pertimbangan dipilihnya provinsi tersebut.
“Yang keempat, telah memiliki infrastruktur yang
relatif lengkap. Yang kelima, telah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas
180 ribu hektare,” kata presiden. (yb/din/foto:
setneg)
