BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Evaluasi kualitas udara perkotaan, khususnya Kota Banjarmasin, sangat
dipengaruhi keberadaan taksi kuning dan kendaraan berbahan bakar solar alias
diesel.
Andil taksi kuning dan kendaraan BBM jenis solar dalam
kualitas udara tersebut, sangat beralasan karena moda angkutan untuk rakyat
jelata dan barang tersebut, hampir sebagian besar sudah berumur.
Evaluasi kualitas udara itu sendiri digagas Dinas
Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin selama tiga hari, 26 – 28 Agustus, di tiga
titik. Kawasan Kayutangi, Jl Brigjen Hasan Baseri, Banjarmasin Utara, Jl H
Anang Adenansi (Kamboja), Banjarmasin Tengah, dan Jl A Yani Km 3, Banjarmasin Timur.
Kegiatan ini merupakan upaya Pemko Banjarmasin untuk
mengetahui tingkat pencemaran udara perkotaan. Mengingat penyebab utama
pencemaran udara bukan hanya dari cerobong pabrik, tetapi juga dari asap buang
atau gas emesi kendaraan bermotor.
Selama tiga hari kegiatan, ditarget sebanyak 1.500
kendaraan, khususnya roda maupun empat, baik BBM jenis solar, bensin dan
pertamax.
Sedang kendaraan yang dievaluasi, menurut Kabid
Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Wahyu, selain mobil
penumpang atau taksi, angkutan barang, juga mobil pribadi.
”Kegiatan evaluasi kualitas udara ini, selain melibatkan
Dishub Kota Banjarmasin, Satlantas Polresta Banjarmasin, juga Duta Lingkungan
Hidup,” jelas Wahyu, Rabu (28/8).
Hasilnya selama dua hari yang sudah dilaksanakan, lanjut
Wahyu, dari 1.000 kendaraan roda 4 yang sudah dievaluasi, ada beberapa yang
tidak lulus dalam uji emisi itu.
“Taksi Kuning serta kendaraan yang berbahan solar, serta angkutan
yang berusia di bawah 2010, kebanyakan tidak lulus,” jelas Wahyu.
Ditegaskan Wahyu, uji emisi yang dilakukan selain untuk
menjaga kualitas udara kota Banjarmasin, juga untuk memberikan rasa nyaman
kepada masyarakat.
“Uji emisi ini untuk mengevaluasi kendaraan yang
beroperasi di Banjarmasin, terutama kendaraan yang berusia uzur, seperti Taksi
Kuning,” tandasnya.
Dari hasil uji emisi ini, sambung Wahyu, akan dijadikan
bahan pengambilan kebijakan pimpinan, apakah taksi kuning akan diremajakan atau
tidak. (yb/asy/jjr/foto: asykin)
