BANJARBARU, banuapost.co.id– Kabar gembira bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Banjarbaru. Terutama bagi pengrajin purun, salah satu rumput liar yang tumbuh di daerah rawa. Hasil kerajinan tangan ini, ditampilkan dalam pameran berskala internasional di Jakarta.
Siapakah gerangan yang
berani mengusung kerajinan purun hingga bertaraf internasional itu. Rupanya
calon Walikota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin dan istri, Vivi Zubedi, yang
terusik dengan masih terpuruknya usaha mikro masyarakat setempat.
Tujuannya sudah jelas
untuk menguatkan ekonomi kreatif daerah Banjarbaru. The Purun Label yang fokus
pada kegiatan ekspor purun Banjarbaru, ditampilkan di pameran ekonomi syariah
terbesar di Indonesia, ISEF 2019 by Bank Indonesia, yang mulai dihelat Jumat
(15/11).
“Berapa pengrajin
purun dari Kota Banjarbaru juga diikutserta pada pameran tersebut. Kita harapkan ini
berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi mikro, khususnya di Banjarbaru,”
ujar Vivi Zubedi didampingi sang suami, HM Aditya Mufti Ariffin, awal pekan
tadi.
Karena pameran ini,
lanjut mantu Gubernur Kalsel dua periode, H Rudy Ariffin, diikuti peserta dari
tiga puluh negara. “Paling tidak ada pengunjung dari negara-negara peserta yang
akan menyaksikan kerajinan purun dari Banjarbaru,” tandasnya.
Keberanian Vivi Zubedi
menampilkan kerajinan hasil alam di wilayah Banjarbaru itu, karena sudah
melakukan kunjungan ke beberapa home industrinya di Kecamatan Cempaka.
Banyaknya masukan dari
pengrajin purun itulah yang melatarbelakangi Vivi dan Opie, sapaan akrab sang
suami yang mantan anggota DPR RI itu, ikut dalam pameran hanya untuk
memperkenalkan kerajian purun.
“Insya Allah, mudah-mudahan
kerajinan purun Kota Banjarbaru semakin
dikenal di mancanegara. Sehingga akan menarik minat pesertanya ke Kota
Banjarbaru untuk melihat langsung,” imbuh Vivi. (yb/tp/foto: ist)
