KOTABARU, banuapost.co.id– Seperti menunggu tumbal, jalan Pasar Kemakmuran yang sudah bertahun tahun rusak, tidak pernah mendapat perhatian Pemkab Kotabaru.
Padahal, akses utama menuju pasar daging, sayur, dan pasar ikan, tepatnya di depan penjual buah-buahan. Jalan ini sudah banyak menciderai warga, khususnya pengendara sepeda motor. Terlebih di musim hujan, karena lubang tertutup genangan air.
Tak jarang pula lubang yang menganga oleh pedagang dan tukang parkir ditutup seadanya dengan melakukan penggalangan dana serta dikerjakan secara swadaya.
Seiring berjalannya waktu, jalan inipun semakin parah. Akhirnya Dinas Perdagangan mengambil sikap dengan cara melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Dua kali Dinas Perdagangan melayangkan surat di 2019 dan September 2020. Alhamdulillah, sampai sekarang belum jua mendapat tanggapan.
Sementara para pedagang dan tukang parkir, pernah juga menyampaikan ke salah satu anggota DPRD Kotabaru. Namun disarankan jalan ditanami pohon pisang dan dipasangi plang yang bertulisan: Kawasan Tidak Ada Uang.
Persoalan jalan di kabupaten yang Desember mendatang menggelar pilkada ketika ingin dikonfirmasikan ke pejabat Dinas PUPR-nya, Senin (5/10), tidak ada satupun yang dapat ditemui.
“Kepala Dinas, kabid dan kasi, sedang tugas di luar kantor,” ujar staf di ruang pelayanan.
Sedang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Kotabaru H Akhmad Rivai, tak menampik jalan di Pasar kemakmuran sudah lama rusak.
Dalam waktu dekat, menurut Akhmad Rivai, pihaknya akan mengundang dinas terkait untuk membahas permasalahan ini.
“Ya, kami akan mengundang Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR untuk membicarakan hal ini,. Mudah-mudahan di 2021 mendatang bisa dianggarkan perbaikannya,’ ujarnya. (her/foto: ist)