BATULICIN, banuapost.co.id– Sunrise Rindu Alam berhasil mencuri hati juri. Jepretan fotografer Pahrul Zaini, menjadi jawara pada lomba foto pesona wisata Tanah Bumbu 2020 yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata setempat.
Matahari terbit berlatar belakang tepi pantai dengan pasirnya yang putih dan landmark bertuliskan: Rindu Alam, mengalahkan puluhan foto objek wisata yang masuk ke meja juri.
Lomba foto ini cukup mendapat respon antusias dari fotografer lokal di kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata ini. Sedikitnya ada 40 foto yang masuk kurasi tim dewan juri.
Berdasarkan SK penetapan juara, No: 510.15/1055/Disbudpar/IX/2020, foto sunrise di objek wisata Pulau Burung karya Herman Ari Afnizar, berada di urutan ke-2.
Sementara foto wisata Goa Liang Bangkai karya M Ridwan, berada di posisi ke-3. Sedang juara harapan 1, diperoleh fotografer Yana Yana melalui foto berjudul Pelangi.
Seluruh pemenang selain mendapatkan piagam penghargaan, juga uang jutaan rupiah. Penyerahan hadiah akan dilakukan di Kantor Disbudpar, Jl Darma Praja, Kelurahan Gunung Tinggi, 5 Oktober mendatang.
Kepala Disbudpar Tanah Bumbu, Hamaluddin Tahir, mengaku sengaja menyiapkan hadiah yang terbilang besar untuk lomba ini, sebagai stimulan untuk fotografer di Tanah Bumbu agar lebih termotivasi mengeksplor keindahan potensi wisata ke dalam karya fotografi.
“Sebagai bentuk apresiasi kami terhadap karya fotografi, sekaligus merangsang produktifitas karya fotografi terutama yang berkontribusi terhadap kepariwisataan. Lomba ini merupakan program tahunan dan bekelanjutan,” jelasnya.
Sementara Kasi Pemasaran Pariwisata Disbudpar Tanah Bumbu, Rahmat Fauzi, mengatakan, proses penjurian lomba foto tahun ini berlangsung alot.
Padahal sudah menyiapkan 5 orang tim juri yang refresentatif. Juri yang ditunjuk merupakan perwakilan kalangan jurnalis, praktisi foto, serta pegiat dan komunitas foto.
“Proses penjurian cukup memakan waktu, tidak kurang dari empat jam. Semua aspek dalam kriteria penjurian kami perhitungkan dengan seksama. Kami ingin menonjolkan keprofesionalitasan juri, sehingga foto yang tampil sebagai pemenang merupakan foto yang memang layak dan memenuhi unsur yang diprsyaratkan dalam juknis,” tandsnya.
Terlebih, sambung Rahmat, foto pemenang nantinya akan dicetak dan dijadikan konten materi pameran kepariwisataan, baik di dalam dan luar daerah. Foto pemenang akan menjadi etalase kepariwisataan dan media promosi.
“Karena itu kami memang sangat selektif. Keindahan foto ini harus bisa menarik calon wisatawan yang akan berkunjung ke daerah kita,” jelasnya. (uza/foto: ist)