BATULICIN, banuapost.co.id– Komunitas Amal Jariah (KAJ), sambangi Pondok Pesantren Darul Muslimin di Desa Saring Sungai Bubu, Tanah Bumbu, Selasa (12/1). Mereka menyerahkan donasi berupa bahan material pembangunan masjid, bahan pangan dan sejumlah paket Al Qur’an.
Kegiatan donasi ini merupakan lanjutan atas program KAJ di Ponpes Darul Muslimin yang telah berlangsung rutin selama 10 bulan.
Berbagi ini tentu mendapat sambutan hangat dari pengurus dan santri ponpes. Mereka turut membantu mengangkat dan menurunkan material bahan bangunan berupa puluhan sak semen, puluhan dos keramik, ratusan batako dan seperangkat alat pengeras suara.
Puluhan santri yang sebagian besar anak yatim dan dhuafa ini, juga tampak riang bercengkrama dengan para donator. Ada Keakraban hangat di antara mereka. Kehadiran relawan ini juga menjadi penghibur bagi santri-santriwati yang berusia belia.
“Tanpa mengabaikan donasi bahan pangan dan buku, hari ini kami memang menitikberatkan pada bahan bangunan masjid. Kami ingin mengambil peran dalam percepatan pembangunan masjid, agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah,” kata Koordinator KAJ, Syamsir Islami, usai menyerahkan bantuan.
Di dampingi rekan relawan KAJ, Syamsir menyampaikan komitmen komunitasnya yang akan senantiasa menjadi donator dan pendukung segala kegiatan keagamaan pada ponpes tersebut.
“Apalagi sebagian besar operasional pondok ini dibiayai swadaya masyarakat. Mereka memang sangat membutuhkan dukungan agar proses pengasuhan dan pendidikan dapat berjalan baik,” tandasnya.
Dijelaskan Syamsir, donasi yang disalurkan merupakan himpunan wakaf dari donatur dan anggota tetap KAJ. Komunitas memiliki program wakaf bulanan, di mana setiap donatur dan anggota secara rutin menyisihkan penghasilan untuk diwakafkan.
Donator berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya berdomisili di Tanah Bumbu, tapi juga dari kabupaten lain. Bukan hanya ponpes Darul Muslimin yang menjadi sasaran KAJ. Komunitas ini juga giat menyambangi lembaga serupa, seperti rumah tahfiz, Taman Pengajian Al Qur’an (TPA) dan panti asuhan di Kalsel.
“Wakaf dari anggota biasa berupa uang. Jika sudah terhimpun kami belanjakan barang kebutuhan yang mendasar, lalu kami salurkan. Kegiatan ini rutin, terutama pada pondok pesantren atau panti asuhan yang kurang mendapat perhatian,” jelasnya.
Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muslimin, Abdul Mujib, berterima kasih dan mengapresiasi program donasi KAJ yang berkesinambungan. Karena sangat membantu.
“Tentu kami sangat berterima kasih dengan program bantuan ini. Selain terfasilitasi, donasi ini juga memberi energi positif pada santri. Mereka lebih semangat menuntut ilmu dan pendidikan di pondok ini. Terima kasih para donator dan relawan,” imbuhnya. (uza/foto: ist)