PELAIHARI, banuapost.co.id– Pencarian terhadap Saidah Umi Hani (10), yang hilang terbawa arus saat bermain di Sungai Kandangan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (12/1) pagi dilanjutkan.
Pencarian sempat dihentikan setelah sampai dini hari, karena tidak membuahkan hasil. Meski demikian, pencarian hari kedua pun tidak dapat berjalan dengan baik. Pasalnya, saat ini air Sungai Kandangan sangat deras akibat curah hujan yang cukup tinggi pada Selasa dini hari.
Petugas gabungan Basarnas dan Satpol PP dan Damkar Tala hanya melakukan pemantauan dari atas jembatan, dan menyisiri tanggul sungai menggunakan perahu karet. Tidak satu pun anggota yang melakukan pencarian dengan menceburkan diri ke sungai.
Adi Manulang, Wadanton Satpol PP dan Damkar Tala, membenarkan pada pencarian pagi ini terkendala meluapnya Sungai Kandangan. Selain mulai menggenangi pemukiman sekitarnya, arus juga cukup deras dengan air berwarna kecoklatan.
“Kami bersama Basarnas tetap melakukan pencarian dengan cara menyisir tanggul sungai dan menggunakan perahu karet,” jelas Adi saat dimintai keterangannya Selasa (12/1) pagi.
Salah seorang anggota Basarnas Banjarmasin juga tidak melakukan pencarian dengan berenang, karena kondisi arus yang sangat deras dan airnya gelap.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sadiah Umi Hani, warga Telaga Daim hilang terseret arus bersama rekannya Sapriani warga Jl Niaga, Senin (11/1) sekitar pukul 15:00 wita. Sapriani ditemukan warga sekitar satu jam kemudian dalam kondisi tak bernyawa. Sedang Umi sampai saat ini belum ditemukan.
Lina, orangtua Umi, juga pagi-pagi sudah terlihat di dekat lokasi pencarian. Wanita berusia sekitar 40 tahun itu, terlihat menangis di pelukan kerabatnya. (zkl/foto: zul yunus)