MARTAPURA, banuapost.co.id– Jalur kereta api antar kota, Banjarmasin-Tanjung, dibahas dalam rapat koordinasi penataan ruang percepatan penyelesaian materi teknis dan rencana peraturan kepala daerah dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Aula Barakat Martapura, Kamis (10/6).
Selain jalur kereta api, rakor yang dibuka Sekda Banjar, HM Hilman, dengan inisiasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Kabupaten setempat, juga membicarakan rencana jalan bebas hambatan (Banjarmasin-Liang Anggang ) serta rencana pembangunan dermaga Sungai Tabuk.
Seperti diketahui, pasca musibah banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten banjar, pemerintah setempat lakukan penataan ruang.
Menurut Sekda Banjar, terdapat 8 wilayah administrasi kecamatan di Kabupaten Banjar yang termasuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) Banjarbakula.
Empat kecamatan di antaranya termasuk ke dalam sistem pusat pelayanan, antara lain perkotaan. Martapura sebagai perkotaan inti, perkotaan Sungai Tabuk sebagai perkotaan di sekitarnya dan Gambut – Kertak Hanyar sebagai perkotaan di sekitarnya.
Pembahasan untuk wilayah Kecamatan Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk, meliputi penataan drainase agar tersinkronisasi disemua aspek pembangunan dan penataan ruang lainnya di wilayah tersebut.
Ini mengingat secara keseluruhan, luas deliniasi Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) untuk Kecamatan Kertak Hanyar 15.729,17 Ha dan luas Deliniasi BWP Kecamatan Sungai Tabuk 15.159,66 Ha.
“Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam penataan ruang, khususnya wilayah Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk. Misal perlunya memperhatikan aspek pertanian yagar semua dapat berjalan sesuai rencana dan tidak saling tumpang tindih dalan pelaksanaan nantinya,” jelas Hilman.
Rakor ini dihadiri perwakilan Bidang Tata Ruang PUPR Banjar, Perwakilan Badan Pertanahan Nasional ( BPN ), Kepala Dinas Ketahanan Pangan sekaligus Plt Kadis TPH, Eddy Hasby, perwakilan dari beberapa SKPD Banjar, Camat Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk. (ril/foto: ist)