BARABAI, banuapost.co.id– Menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 Kodim 1002/HST, penyuluhan akibat gizi buruk atau stunting.
Penyuluhan yang merupakan salah satu sasaran TMMD non fisik ini, berlangsung di Gedung PPK Desa Rantau Keminting, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Jumat, (8/10).
Selain dampak gizi buruk tersebut, juga dilakukan sosialisasi Posyandu dan Posbindu PTM dengan narasumber Lutfah Istiqamah dari Dinkes HST.
“Dampak stunting umumnya terjadi karena kurangnya asupan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak,” jelas Lutfah.
Hitungan 1.000 hari di sini, sambung Lutfah, dimulai sejak masih janin sampai dengan usia 2 tahun. Jika pada rentang waktu ini gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka oendek dan efek jangka panjang.
“Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran,” terangnya
Sedang untuk gejala jangka panjang, lanjut Lutfah, meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi dan osteoporosis.
“Karena berakibat kondisi demikian, mari kita cegah stunting sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan untuk ibu hamil. Sebab asupan yang baik, juga dibutuhkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya,” ucap Lutfah. (ril/foto: pendim)