PELAIHARI, banuapost.co.id– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala, menggelar pertemuan dengan pengolah data statistik perkebunan (Mantri Perkebunan/Manbun) dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Senin (15/11).
Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun semua manbun masing-masing kecamatan untuk mengetahui data per semester luas dan produksi perkebunan se-Kabupaten Tala.
Menurut Kasi Produksi Perkebunan Distanhorbun Tala, M Rauzi, kegiatan yang dikemas lebih santai bermaksud untuk menggali kendala manbun dalam penyiapan data perkebunan.
“Kami berharap dengan kegiatan ini bisa memunculkan semangat dan motivasi dari para manbun dalam penyiapan data produksi dan perkembangan harga perkebunan serta mendukung kegiatan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR),” kata Rauzi.
Sementara menurut Kabid Perkebunan Distanhorbun Tala, Edi Haryadi, dalam penyediaan data perkebunan perlu koordinasi antara petugas desa dengan petugas kecamatan. Sehingga menghasilkan data yang akurat.
Saat ini kegiatan PSR di Tala mencapai 109 hektare dan sudah pada tahap rekomendasi teknis. Setelah melewati beberapa tahap, diharapkan Desember mendatang kegiatan PSR sudah dapat dimulai.
Program PSR merupakan upaya pemerintah untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit rakyat dengan melakukan penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru sesuai dengan prinsip-prinsip GAP (Good Agricultural Practices).
Dengan diterapkannya pula STDB, maka diyakini perkebunan di Kabupaten Tala akan lebih maju dan modern, hasil pertanian dan perkebunannya pun diharapkan bisa menopang ekonomi rakyat. Peluang tersebut tentunya harus dimaksimalkan para petani dan pekebun di Tala. (zkl/foto: diskominfo)