PELAIHARI, banuapost.co.id– Gelombang pasang air laut (rob) yang menerjang pesisir Kabupaten Tanah Laut, selain merusak belasan rumah di Kecamatan Kintap, juga menumbangkan belasan pohon pinus dan pohon lainnya di Taman Wisata Alam (TWA) Batakan atau Pantai Batakan Lama, Kecamatan Panyipatan.
Pohon-pohon tersebut bertumbangan pada Ahad (5/12) dan Senin (6/12) malam. Akibat tumbangan pohon, belasan gazebo yang ada di sekitarnya ikut terdampak.
Pada Ahad (5/12) pukul 17:00 Wita, pasang air laut yang terlihat tenang, mulai berubah saat memasuki pukul 19:00 Wita. Diawali dengan munculnya gelombang besar disertai hembusan angin kencang. Terpaan angina membuat beberapa pohon pinus dan pohon lainnya, tumbang dan menimpa gazebo.
Malam berikutnya, gelombang pasang kembali muncul. Gelombang pasang pada Senin (6/12) malam itu, juga menumbangkan lagi beberpa pohon pinus dan pohon lainnya. Bahkan juga merobohkan beberapa gazebo.
Andar, salah seorang pemilik rumah makan dan penginapan di TWA Batakan, mengaku hanya mengamankan perabotan elektronik dari jangkauan air laut, sebelum bersama keluarga mengungsi ketempat kerabat.
“Saya hanya menyelamatkan peralatan elektronik, seperti lemari pendingin dan televisi, setelah itu membawa keluarga serta mertua mengungsi,” ujar Andar, Selasa (7/12).
Menurut Andar, ketinggian air di dalam warung yang juga tempat tinggalnya itu, mencapai lutut atau sekitar 50 sentimeter. Sedang di pekarangan, ada yang satu meter.
“Selain melintasi genangan yang mencapai satu meter, saya dan keluarga juga harus hati-hati karena banyak batang pohon dan kayu-kayu yang dibawa gelombang naik ke darat,” jelas Andar.
Saat ini Andar dan keluarga masih belum membuka warungnya, dan lantai warung belum semua dibersihkan mengingat pasang air laut masih akan terjadi sampai Jumat (10/12) malam.
Pasang air laut yang sampai ke daratan menyisakan lumpur di area wisata. Bahkan sebuah mushola di TWA Batakan, jebol bagian dindingnya. (zkl/foto: zul yunus)