PELAIHARI, banuapost.co.id– Peternak diingatkan agar tidak panik dalam menghadapi penyakit mulut dan kuku (PMK), selama kebersihan kandang dan perawatan hewan dilakukan dengan baik. Terlebih menjelang Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah.
Wanti-wanti disampaikan Bupati Tala, H Sukamta, ketika menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas Raperda Tala tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 dalam rapat paripurna, Senin (4/7).
Pasalnya, menurut Sukamta, dinas teknis sudah melakukan pengobatan dan pencegahan secara intensif. Karena itu, jangan ada kepanikan berlebih.
Bahkan bupati mengajak para legislator ikut membantu menenangkan para peternak. Karena sekarang ini selain persoalan jsdi atensi pemerintah pusat, penangananya pun sudah dilakukan di seluruh Indonesia, temasuk Tanah Laut.
“Mari kita sampaikan ke peternak, penyakit ini tidak mematikan sebagaimana penyakit Jembrana,” kata Sukamta.
Sementara penanganan di Kabupaten Tala, bupati mengaku telah mengintruksikan vaksinasi secara massal harus dijalankan dengan target harian. Termasuk menerjunkan dokter hewan hingga penyuluh agar masyarakat, khususnya peternak semakin tenang.
“Target harian sebanyak 2.000 vaksin. Jika vaksin tidak cukup, saya bersama wakil bupati yang akan menghadap menteri meminta vaksin. Karena kita berpacu dengan waktu,” jelasnya.
Begitu pula dengan kebijakan mengenai pengiriman hewan kurban yang disiapkan menjelang Hari Raya Iduladha, ditegaskan bupati, dari Tala harus satu hari sebelum pemotongan baru dikirim.
“Kita tidak ingin Tala dianggap sebagai daerah penularan PMK hanya karena hewan yang dikirim terlalu cepat ke daerah tujuan. Padahal terinfeksi PMK di daerah itu,” tandasnya. (ril/foto: diskominfo)