ATATURK, banuapost.co.id– Meski sempat tertinggal 1-0 lewat gol Vicu Bulmaga di babak pertama, Timnas U-20 Indonesia berhasil come back untuk menyudahi Timnas Moldova 3-1 dalam laga uji coba di Stadion Manavgat Ataturk, Turki, Selasa (1/11) malam.
Ini merupakan laga uji coba ketiga Garuda Muda selama pemusatan latihan (TC) di Turki. Sebelumnya, skuad asuhan Shin Tae-yong sukses menang 2-1 atas tim lokal Cakallikli Spor dan kalah 1-2 dari Timnas Turki U-20.
Salah satu timnas Negara Eropa Timur ini nampak unggul dalam segi postur pemain. Mereka juga nampak tidak ingin berlama-lama memainkan bola dan lebih memilih mengalirkan bola ke depan secara cepat.
Timnas Indonesia kemudian menelan pil pahit kala laga memasuki menit kesembilan. Berawal dari situasi tendangan bebas, kapten Moldova U-20, Vicu Bulmaga, berhasil menanduk bola masuk ke gawang yang dikawal Cahya Supriadi.
Usai tertinggal, Timnas Indonesia U-20 terus memegang kendali permainan. Skuad Garuda Muda terus memainkan bola-bola pendek.
Meki demikian, serangan selalu buntu. Upaya yang dilakukan Ginanjar Wahyu dan Arkhan Fikri masih mampu digagalkan lawan.
Memasuki menit 30, Marselino Ferdinan mengambil inisiatif tembakan dari luar kotak penalti. Namun tembakan pemain Persebaya Surabaya itu masih melebar tipis.
Timnas Indonesia U-20 kemudian mendapat peluang emas di menit 39 melalui tendangan bebas. Tetapi sepakan keras mendatar Ronaldo Kwateh masih mampu diamankan penjaga gawang Moldova U-20, Roman Dumenco.
Timnas Indonesia U-20 kembali mendapat peluang emas kala Ronaldo Kwateh mendapat umpan matang. Namun penyelesaian akhir pemain Madura United itu masih melenceng.
Skor masih tidak berubah hingga babak pertama usai. Timnas Indonesia U-20 masih tertinggal 0-1 dari Moldova U-20.
Selepas jeda turun minum, sebuah lemparan jauh dari Robi Darwis sempat memberi ancaman ke gawang Moldova. Namun Hokky Caraka tak siap untuk memaksimalkan bola dan peluang pun terbuang.
Pada menit ke-56, Marselino Ferdinan mendapatkan kans bagus di dekat gawang. Tetapi tembakan pemain Persebaya Surabaya tersebut masih bisa dijinakkan oleh kiper Moldova, Roman Dumenco.
Untuk menambahkan daya gedor, Shin Tae-yong kemudian menurunkan Rabbani Tasnim untuk menggantikan Hokky Caraka. Itu menjadi keputusan jitu, karena pemain Borneo FC itu langsung sukses mencetak gol penyeimbang usai memaksimalkan umpan dari Zanadin Fariz di menit ke-58.
Pada menit ke-63, pemain Moldova mencoba peruntungan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, Cahya Supriadi sukses menghalau bola.
Indonesia berbalik unggul pada menit ke-73 setelah Muhammad Ferarri menciptakan gol. Bek Persija Jakarta tersebut, memaksimalkan blunder dari kiper Moldova setelah gagal menghentikan lemparan jauh Robi Darwis.
Tiga menit kemudian, Marselino Ferdinan menciptakan kans mencetak gol untuk Indonesia. Rabbani Tasnim berdiri tak terjaga di tiang jauh, tapi kurang cermat memaksimalkan peluang.
Menit ke-79, Indonesia memperlebar keunggulannya menjadi 3-1 setelah wasit menunjuk titik putih karena Marselino Ferdinan dilanggar di kotak terlarang. Pemain berusia 18 tahun itu pun maju sebagai eksekutor dan sukses menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Lemparan dari Robi Darwis kembali mengancam pada menit ke-89. Itu menemukan Muhammad Ferarri di kotak penalti, namun sayangnya kiper Moldova masih bisa menjinakkannya.
Hingga peluit panjang ditiupkan wasit, tidak ada gol lagi yang tercipta. Timnas Indonesia U-20 pun menang dengan skor 3-1. (yb/foto: ant)
Susunan pemain, Indonesia U-20: Cahya Supriadi; Muhammad Ferarri, Robi Darwis, Kakang Rudianto, Doni Tri Pamungkas, Dzaki Asraf, Marselino Ferdinan, Arkhan Fikri, Ronaldo Kwateh, Ginanjar Wahyu, Hokky Caraka
Timnas Moldova U-20: Roman Dumenco; Dumitru Cucos, Gabriel Holban, Nicolai Covalschi, Mihai Lupan, Alexandru Railean, Serghei Miscov, Vicu Bulmaga, Marius Curo.