PELAIHARI, Banuapost.co.id– Tabrakan yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di jalan Trans-Kalimantan. Kali ini dua pengendara sekaligus di Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (8/8).
Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 03.40 Wita, saat kedua pengendara melintasi ruas Jalan Trans-Kalimantan di RT 2 Desa Nusa Indah. Saat kejadian kedua pengendara sama-sama dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan petugas Satlantas Polres Tala, musibah terjadi ketika Muhammad Ataillah yang mengendarai Scoopy DA 6835 ABN, hendak menyalib motor Satri FU tanpa nomor polisi yang dikendarai Sapril.
Naas sebelum M Ataillah menyalib, Sapril tiba-tiba mengerem kendaraannya. Karena tidak menyangka pengendara di depannya mengerem, M Ataillah tak dapat menghindar hingga terjadi tabrakan yang cukup hebat.
Akibat tabrakan tersebut Sapril warga Jl.Bangkirai, Dusun Kereng bangkirai Rt.01 Rw.02 Kec. Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meninggal di tempat dengan luka dibagian kepala.
Sedang M Ataillah, warga Desa Tambang Ulang RT 02 RW 01 Kec. Tambang Ulang, Kabupaten Tala, sempat dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, namun nyawanya tak tertolong. Lelaki berusia 26 tahun itu menghembuskan nafas saat dalam perawatan, korban menderita luka dibagian kepala, tangan dan pendarahan di telinga.
Kasat Lantas Polres Tala, AKP Supriyatno, membenarkan adanya kecelakaan di jalan raya yang menewaskan dua pengendara sekaligus.
Menurut Kasat Lantas, peristiwa berawal dari salah satu pengendara mencoba menyalib kendaraan lain di depannya.
“Kami sudah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi mengenai insiden yang merengut dua korban jiwa itu,” Kata Kasatlantas saat dikonfirmasi, Selasa (8/8) siang.
Sepeda Motor yang dikendarai kedua korban kondisinya juga cukup parah dan saat ini diamankan di Mapolres Tala.
Peristiwa maut sebelumnya terjadi di Desa Pandansari, Kecamatan Kintap, ketika Ayla bertabrakan dengan motor matic yang dikendarai Taufik Rahmat. Pengendara Mio warga RT 12 RW 2 Desa Pandansari, menghembuskan nafas saat berada di RS KH Mansyur Kintap. (zkl/foto: ist)