PELAIHARI, Banuapost.co.id– Petani di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur meminta pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala untuk segera menutup sodetan yang berada di dekat Muara Sungai Maluka Kecil.
Kesepakatan penutupan sementara sodetan tersebut dilakukan setelah diadakan sosialisasi oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRP Tala dengan masyarakat Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, Kamis (19/10).
Sosialisasi sekaligus pengambilan keputusan penutupan sodetan itu berlangsung di depan Kantor Desa Kurau, dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Hairul Rijal, Kepala Dinas PUPRP Tala Syakhril Hadrianadi, Camat Kurau Zulpuaddin, Perwakilan Camat Bumi Makmur, Kepala Desa Kurau dan Kepala Desa Kurau Utara.
Warga menilai keberadaan sodetan tersebut membuat mereka kesulitan bercocok tanam, karena air laut masuk langsung ke sawah, sudah 3 tahun ini petani tidak dapat bercocok tanam. Oleh karena itu warga meminta sodetan yang dibuat untuk pertambakan itu ditutup.
Wardani Sabri dari Kelompok Tani Barokah 2, Desa Kurau mengatakan mereka tetap meminta kepada pemerintah melalui Dinas PUPRP Tala untuk melakukan penutupan sodetan,
menurut Wardani Sabri, mereka setuju dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Termasuk dampak yang ditimbulkan setelah penutupan sodetan tersebut.
“Kami tetap meminta pemerintah melakukan penutupan sodetan yang dibuat beberapa tahun lalu itu, keberadaan sodetan itu membuat kami tidak dapat menanam padi,” kata Wardani seusai rapat sekaligus sosialisasi penutupan sodetan.
“Kalau ada dampak dikemudian hari, kita akan bicarakan lagi,” 6mbah Wardani.
Sementara, Kepala Dinas PUPRP Tala, Syakhril Hadrianadi mengatakan, pembahasan sekaligus sosialisai penutupan sodetan itu berlangsung dengan lancer, karena warga sepakat pada tuntutannya agar sodetan ditutup sementara.
“Sesuai dengan arahan PJ Bupati agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan, kami mengadakan pembahasan sekaligus sosialisasi dengan warga di Kecamatan Kurau dan Kecamatan Bumi Makmur.
“Kami juga sudah memberi tahu mereka akan adanya dampak terhadap penutupan sodetan tersebut,” terang Syakhril.
Menurut Kadis PUPRP Tala, penutupan sodetan tersebut sipatnya sementara, mereka akan mencari opsi-opsi penanganan yang lebih teknis, yang kemungkinan akan melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS) III.
“Kita masih akan mencarikan opsi-opsi yang lebih teknis, menyangkut penutupan sodetan tersebut,” Tutup Kadis PUPRP Tala. (zkl/foto: ist)
Banuapost.co.id, Pelaihari, Petani, Minta, Sodetan. Ditutup