PELAIHARI, Banuapost.co.id– Menghadapi Persimuba Musi Banyuasin menjadi peluang terakhir Persetala Tanah Laut diajang penyisihan grup Babak 80 Besar Liga 3 Putaran Nasional. Wakil Kalsel asal Tanah Laut itu menghadapi wakil Sulawesi Selatan pada Senin (6/5).
Bagi kedua kesebelasan pertandingan ini merupakan pertandingan ketiga di Grup N dan keduanya sama-sama baru mengantongi 1 poin dan menduduki dasar klasemen.
Meski berada di dasar klasemen, keduanya masih berpeluang untuk memperebutkan posisi dua besar untuk lolos ke babak selanjutnya, peluang tersebut terbuka menyusul hasil imbang yang dihasilkan PS Belitung Timur dan Mangiwang FC pada Sabtu (4/5) kemarin.
Belitung Timur yang baru menyelesaikan dua pertandingan berada di peringkat ke-2 dengan poin 3 dari 1 kali menang dan 1 kali kalah, peringkat ketiga ditempati Mangiwang FC dengan poin 2 dari tiga pertandingan satu kali kalah dua kali imbang.
Pimpinan klasemen Grup N ditempati tuan rumah Persekabpas Pasuruan dengan nilai sempurna 9 poin dari hasil mengalahkan Mangiwang FC, PS Belitung Timur dan Persimuba Banyuasin. Satu pertandingan sisa melawan Persetala Tanah Laut.
Dengan demikian untuk Grup N tuan rumah Persekabpas Pasuruan sudah mengunci satu tempat di babak selanjutnya, satu tempat lagi diperebutkan empat tim yang berada di bawahnya.
Pelatih kepala Persetala, Edy “Justo” Purwanto, membenarkan pertandingan melawan Persemuba Musi Banyuasin merupakan peluang terakhir Persetala untuk lolos ke babak berikutnya, kalau sampai seri atau kalah peluang untuk lolos hampir pasti tertutup mengingat pertandingan terakhir menghadapi tuan rumah Persekabpas.
“Minimal kemenangan dapat membuka peluang untuk meraih satu tempat yang tersisa,” kata edy melalui sambungan telepon.
Menurut Edy, ia dan pemain bertekad untuk bergeser dari posisi dasar klasemen, sekaligus membuka peluang untuk melaju ke babak selanjutnya, meski harus melewati lawan berat tuan rumah.
“Kami dalam sesi latihan mencoba memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi di lini belakang maupun kordinasi di lini depan,” terang pelatih yang mantan pemain Barito Putera itu.
Persetala sebenarnya pada pertandingan kedua melawan Mangiwang FC Sulawesi Selatan hampir meraih poin maksimal namun gol menjelang menit akhir yang diciptakan Abdul Rahman kapten tim Mangiwang FC membuyarkan kemenangan Persetala.
Kapten tim Mangiwang yang juga mantan pemain nasional itu berdiri bebas tanpa pengawalan di dalam kotak penalti Persetala dan dengan mudah meneruskan umpan rekannya menjebol gawang Persetala dan pertandingan berkesudahan 2-2. (zkl/foto: ist)