MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Hanya kurun waktu dua bulan, September – Oktober, sebanyak 656 balita kena
diare dan muntaber. Jumlah itu sebagaimana data Dinkes Barito Utara.
Kondisi demikian tak ditampik Plt Kadis Barut, H
Siswandoyo, yang diminta penjelasannya, Ahad (20/10). Namun semua pasien ditangani
puskesmas dan RSUD Muara Teweh.
Selama September, menurut Siswandoyo, jumlah penderita
diare dan muntaber sebanyak 391. Sementara 1 hingga 13 Oktober, jumlah
penderita sudah mencapai 265 orang.
“Rata-rata diare dan muntaber diderita bayi dan balita.
Karena mereka rentan terhadap penyakit,” jelasnya.
Terserangnya warga yang umumnya anak di bawah lima tahun
ini, lanjut Siswandoyo, akibat perubahan cuaca atau pancaroba dari musim
kemarau memasuki musim penghujan.
“Selain itu, penyebab diare dan muntaber ini dikarenakan
makanan dan minuman yang kurang sehat,” tegasnya.
Oleh sebab itu, sambung Siswandoyo, dihimbau agar
masyarakat dapat memilih makanan yang sehat dan meminum air yang benar-benar
sudah dimasak.
“Apabila air minum dari sungai, maka hendaknya harus
direbus terlebih dahulu. Begitu juga untuk air minum isi ulang, sehingga air
yang diminum benar-benar terbebas dari bakteri,” ungkapnya.
Pemerintah daerah maupun Dinas Kesehatan Barito Utara,
menurut Siswandoyo, sangat berharap sekali kepada masyarakat untuk bisa
mengikuti pola hidup sehat, agar serangan penyakit dapat dicegah. (arh/foto: ist)
