PELAIHARI– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pelaihari terus memberikan kesempatan bagi para napi untuk berkreasi walau berada di dalam penjara.
Peningkatan kreativitas dilakukan terus menerus karena kreativitas tidak boleh terkekang meski berada di dalam penjara. Karena itu salah satu bentuk pembinaan di Rutan Pelaihari, warga binaannya diajarkan cara bercocok tanam,khususnya labu kuning.
“Upaya-upaya seperti ini kan selain bisa menghasilkan dan belajar bagaimana melakukan usaha sendiri, juga bekal saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Kepala Rutan Pelaihari,Suparman, Kamis (12/7).
Menurut Suparman, lahan sekitar 3 hektar di samping dan belakang rutan tentunya bagus kalau dijadikan kebun. Sehingga bermanfaat dan tidak menjadi lahan kosong.
Jika lahan milik Rutan itu sudah dimanfaatkan menjadi kebun, kata Suparman, maka hasil panennya nanti akan dijual ke pengelola konsumsi Rutan.
“Kalau yang menangani makan untuk paranapi dan tahanan disini kan pihak ketiga (pemborong), Jadi hasil kebun yang ditanami sayuran itu bisa dijual ke pihak ketiga,” imbuhnya.
Bahkan jika dilakukan secara konsisten, sambung Suparman, bukan tidak mungkin ke depannya Rutan Pelaihari bisa menjadi sentra produksi sayur di Tanah Laut. (*/zkl/foto: hum)