BANJARMASIN, banuapost.co.id– Mewujudkan pemenuhan modal inti bank Rp 3 triliun di 2024, Bank Kalsel gencar meningkatkan kemitraan, baik dengan petani maupun dengan pemerintah daerah sebagai pemegang saham.
Jika sebelumnya ke Kabupaten Barito Kuala dan Tanah Laut, sebagaimana rilis yang diterima redaksi banuapost.co.id, Rabu 97/10), kali ini menggelar gathering bersama petani dan stakeholder di Desa Nalui, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kamis (8/10).
Mengusung tema: “Peran Bank Kalsel mendukung Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Petani dan Ketahanan Pangan Kalsel”, gathering ini sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel mendukung ketahanan pangan nasional.
Se-hari kemudian, tepatnya Jumat (9/10), dengan mengusung tema: “Pencapaian Kinerja Bank Kalsel Terkini dan Kebutuhan Permodalan Bank Kalsel Menatap 2024”, ekspose ke Pemkab dan DPRD Tabalong.
Ekspos pencapaian kinerja Bank Kalsel yang terus membaik dari waktu ke waktu, serta uraian skema Ekosistem Keuangan Daerah (EKD), diyakini merupakan konsep efektif, efisien dan transparan dalam mendukung pengelolaan keuangan daerah yang selanjutnya akan berimbas pada pendapatan daerah.
Berbagai kegiatan Bank Kalsel sebagai Bank Pembangunan Daerah di Bumi Lambung Mangkurat hingga ke pelosok desa, sebagai upaya mewujudkan pemenuhan modal inti bank.
Sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12/POJK.03/2020 terkait Konsolidasi Bank Umum, Bank Kalsel wajib memenuhi modal inti sebesar Rp 3 triliun di 2024. (yb/*/foto: ist)