PELAIHARI, banuapost.co.id– Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tanah Laut berharap laporan mengenai keberadaan kapal cantrang segera ditindaklanjuti, agar masyarakat nelayan tidak resah dan bertindak sendiri.
Hal ini diungkapkan Plt Ketua HNSI Tala, Alimuddin, meski laporan sudah ditindaklanjuti Polairud Polres Tala dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala yang melakukan operasi, Kamis (7/4), tetapi tidak membuahkan hasil.
“Memang sudah diadakan operasi gabungan, namun belum membuahkan hasil,” kata Alimuddin saat dikonfirmasi, Senin (11/4).
Pada hari Jumat dan Sabtu, nelayan kembali mengirim video keberadaan cantrang di perairan Kintap dan Jorong serta perairan Kotabaru.
“Setelah operasi, mereka terlihat lagi bekerja di pesisir daratan Kalsel yang jaraknya hanya beberapa mil dari pulau dan kurang dari 15 mil dari daratan Kalimantan,” beber Alimuddin.
Menurut Alimuddin, saat ini pihaknya hanya dapat mengimbau kepada nelayan untuk menahan diri. Jangan sampai terjadi kontak dengan nelayan dari Pulau Jawa itu, seperti pernah terjadi nelayan lokal membakar kapal nelayan yang tengah bekerja di pesisir Kalsel.
“Kami tidak ingin peristiwa Oktober 2021 terulang lagi,” ujar Aco mengingatkan.
Sementara, berdasarkan informasi dari Ketua HNSI Jawa Tengah yang diterima HNSI Tala, saat ini nelayan Jateng tidak lagi menggunakan alat tangkap cantrang. Melainkan jaring tarik berkantong, karena cantrang sudah dilarang pemerintah. (zkl/foto: ist)