PELAHARI, banuapost.co.id– Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), belum membuat harga kebutuhan pokok mengalami koreksi atau naik. Meski demikian diakui pedagang, daya beli masyarakat menurun.
Hal ini diketahui saat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Daerah (Setda) Tala. Akhmad Hairin, bersama-sama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daeah Tala memantau langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Manuntung Berseri Pelaihari, Selasa (13/9).
Asisten Bidang Ekobang menyempatkan diri berbincang dengan para pedagang, menyangkut ketersediaan bahan pokok dan bagaimana respon masyarakat dengan adanya kenaikan BBM.
“Hari ini kita turun langsung ke pasar mencek harga bahan pokok seperti beras, ikan, daging, ayam, telur dan harganya relatif stabil. Ketersediaan barang juga aman, akan tetapi memang daya beli masyarakat yang menurun,” kata Asisten Bidang Ekobang Setda Tala.
Menurut Akhmad Hairin, persoalan ini perlu intervensi dari pemerintah untuk menaikkan kembali daya beli masyarakat. Salah satunya dengan disalurkannya bantuan langsung tunai (BLT) untuk menekan inflasi.
Salah seorang pedagang, H Muhammad Ramadhani menyampaikan, harga kebutuhan pokok, seperti beras, telur dan minyak goring, masih relatif bertahan diharga yang sama. Akan tetapi daya beli masyarakat yang menurun.
“Harga beras dan minyak goreng masih bertahan, telur ayam ras turun dari 30 ribu per kilogram sekarang 29 ribu per kilogram. Stok barang juga banyak, cuma pembeli memang sepi,” kata pedagang yang sehari-hari di panggil Haji Dhani.
“Semoga dengan adanya penyaluran bantuan pemerintah menjadi semakin baik terutama untuk masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Akhmad Hairin dan rombongan juga berkunjung melihat alat penimbang digital yang dapat dimanfaatkan pembeli untuk mengecek ulang berat barang yang mereka beli. Akhmad Hairin juga didamping beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (ril/foto: diskominfo)