YOGYAKARTA– Saling sapa dan berjabat tangan mewarnai silaturahmi Kerukunan Warga Banjar di Yogyakarta dalam Acara Halal Bihalal bersama Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie, akhir pekan tadi.
Indahnya kerakraban warga Banjar di Yogyakarta dan sebagian besar di antara mereka adalah para mahasiswa Kalsel, berlangsung di Masjid Quwatul Islam.
Masjid Quwatul Islam yang dibangun warga Banjar di Yogyakarta ini sudah hampir rampung. Targetnya tahun depan, masjid ini akan diresmikan Gubernur Kalsel bersama dengan Gubernur DIY.
Pembangunan masjid ini memiliki historis dan simbol kekerabatan masyrakat Kalsel dengan rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta. Lahan berdirinya masjid ini merupakan hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX .
Abdul Haris Makiie mewakili Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengungkapkan keterkaitan emosional antara Kalsel dan Daerah Istimewa Yogya dalam pembangunan masjid. Salah satunya karena lahan masjid komunitas warga Kalsel ini, merupakan hadiah Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX.
Sehingga diharapkan saat Masjid Quwatul Islam selesai dibangun maka akan diresmikan Gubernur Kalsel dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami akan meminta Bapak Gubernur Sahbirin Noor beserta Gubernur Yogyakarta dapat meresmikan masjid kebanggaan kita ini secara bersama” ucap Abdul Haris.
Pada acara Halal bihalal ini, Pemprov Kalsel menyumbangkan dana sebesar Rp55 juta. Kemudian Ketua Perwakilan Wilayah Nahdatul Ulama Indonesia Kalsel sebesar Rp20 juta.
Sedang bantuan dari masyarakat Kalsel yang dihimpun salah satu media massa di Kota Banjarmasin Rp150 juta untuk percepatan pembangunan Masjid Quwatul Islam yang letaknya berada di jantung Kota Yogyakarta itu. (dev/foto: hum)