JAKARTA, banuaost.net- Rencana pemindahan ibu kota RI merupakan
sebuah gagasan yang lahir sejak lama. Bahkan sejak era presiden pertama
Indonesia, Soekarno.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat
menyampaikan keterangan pers soal pemindahan ibu kota di Istana Negara, Senin (26/8).
“Sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka,
Indonesia belum pernah menentukan dan merancang sendiri ibu kotanya,”
ujarnya.
Pemindahan ibu kota negara, lanjut Kepala Negara, dipandang
sebagai sesuatu yang sudah sangat mendesak. DKI Jakarta sudah menanggung banyak
beban yang teramat berat.
“Beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai
pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat
jasa. Juga (menanggung beban) bandara udara dan pelabuhan laut yang terbesar di
Indonesia,” ucapnya.
Selain itu, sambung presiden, ibu kota baru negara sudah
selayaknya berada di luar Pulau Jawa. Kepadatan penduduk Indonesia yang lebih
dari separuhnya terpusat di Pulau Jawa, juga menambah beban bagi Pulau Jawa.
“Beban ini akan semakin berat bila ibu kota
pemerintahan pindahnya tetap di Pulau Jawa,” tegas presiden.
Hal itu juga ditambah dengan adanya kesenjangan ekonomi
antara daerah-daerah di Pulau Jawa dengan di luar Jawa. Maka itu, Diputuskan segera
membangun ibu kota baru dengan lokasi di Provinsi Kalimantan Timur.
“Pemilihan lokasi ibu kota baru tersebut, dilandasi
dengan kajian-kajian yang telah dilakukan pemerintah secara intensif selama
tiga tahun belakangan,” pungkas presiden. (yb/din/foto:
setneg)
