MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Anggota Komisi VII DPR RI, Willy Midel Yoseph, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) selama tiga hari di wilayah Kabupaten Barito Utara.
Dalam pertemuan di Aula BappedaLitbbang, Muara Teweh,
akhir pekan, anggota yang berasal dari daerah pemilihan Kalteng itu, kunkur dalam
rangka menambah wawasan terkait mekanisme sistem kerja Pemkab Barito Utara dan
tata kelola sumber daya alam, seperti emas, batubara dan gas.
Willy juga meminta perusahaan atau usaha swasta,
melakukan pemerataan timbal balik bagi masyarakat. Tidak hanya mengambil
keuntungan banyak dari sumber daya alam sekitar. Akan tetapi juga bersinergi
dengan meningkatkan kemakmuran sumber daya manusia setempat.
Ditegaskannya, percepatan pembangunan infrastruktur,
pendidikan dan ekonomi di Barito Utara sangat penting. Hal tersebut agar bisa
dinikmati seluruh lapisan masyarakat di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Saya berharap dan siap menyerap aspirasi dari Pemerintah
Kabupaten Barito Utara beserta jajarannya, baik dalam konsep maupun
rencana-rencana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata mantan Mupati
Murung Raya dua periode ini.
Sementara, wakil bupati Sugianto Panala Putra mengatakan,
perekonomian Pemkab Barito Utara 2019 tumbuh positif di angka 6,01 persen.
Lebih cepat di bandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan, menurut wabup, murni disebabkan meningkatnya
produksi di seluruh lapangan usaha, karena tidak dipengaruhi inflasi.
Dalam 5 tahun terakhir, struktur perekonomian Barito
Utara didominasi 5 kategori lapangan usaha. Di antaranya, pertambangan dan
penggalian, pertanian, kehutanan, dan perikanan, industri pengolahan,
perdagangan besar dam eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, serta
transportasi dan pergudangan.
Wabup juga menjelaskan, upaya-upaya percepatan
pembangunan, berdasarkan data pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sektor
pertambangan Provinsi Kalteng, di Barito Utara terdapat 61 perusahaan yang
memiliki IUP dan C dan C batubara,
“Untuk sektor kelistrikan 63,7 persen wilayah Barito
Utara telah dialiri listrik PLN. 65 desa/kelurahan yang telah dialiri listrik
PLN, sedang 37 desa lainnya masih belum. Ini sedang berproses, nantinya seluruh
wilayah desa/kelurahan di Barito Utara akan terang benderang,” kata
Sugianto.
Dalam pertemuan dengan anggota Komisi VII DPR RI itu, hadir
Ketua dan Wakil Ketua DPRD, sekda, unsur FKPD, kepala perangkat daerah, tokoh
masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama. (arh/foto:
ist)