BANJARMASIN, banuapost.co.id- Kepenguruan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kalsel periode 2020-2024, dilantik Ketua Umum DPP KPPI, Dra Hj Dwi Septiawati Djafar, di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (19/2).
Pelantikan kaum hawa yang berkiprah di dunia poltik tanah
air itu, juga dihadiri Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, dan Ketua DPRD Kalsel,
H Supian HK, serta perwakilan organisasi perempuan di Kalsel.
Mengusung tema: “Untuk Memperjuangkan Perempuan Mengisi
Kouta 30 Persen Keterwakilannya di Legislatif”, pelantikan ditandai dengan penyerahan Bendera
Pataka KPPI dari Ketua Umum DPP KPPI kepada Ketua DPD KPPI Kalsel, Hj Dewi Damayanti
Said.
Dengan misi memberikan kontribusi terhadap pemenuhan, kemajuan
dan perlindungan hak-hak politik perempuan, Ketua Umum KPPI, Hj Dwi, ingin KPPI
tak dianggap berniat untuk menyingkirkan atau merebut posisi laki-laki.
Sebaliknya, menurut Hj Dewi menjawab pertanyaan awak media,
perempuan dalam politik hendaknya dianggap sebagai mitra kerja sama untuk
bersama membangun Indonesia.
“Sebagai organisasi lintas partai politik, tindakan nyata
yang sudah dan terus dilakukan KPPI, yaitu berupaya untuk membongkar regulasi
yang kurang mendukung politisi perempuan di tingkat partai,” jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjut Hj Dewi, KPPI sedang mendorong para perempuan yang ingin berpolitik maju
dengan mantap dan mengisi 30 persen caleg DPRD, baik kota kabupaten maupun provinsi.
Disinggung soal KPPI daerah, diakui Hj Dewi akan bekerja
cepat dengan agenda terdekat membentuk kepengurusan tersebut di 13
Kabupaten/Kota di Kalsel.
Selain pembentukan kepengurusan daerah, juga akan
melakukan upaya penguatan posisi dan kapasitas politisi perempuan melalui
seminar dan pendidikan politik, agar dapat lebih didukung maju dan terpilih di
Pileg 2024 mendatang.
“Ini segera kami siapkan untuk persiapan perempuan
politik hadapi Pileg 2024 nanti,” katanya.
Peran
besar
Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengapresiasi
keberadaan KPPI Kalsel. Karena kaum perempuan miliki peran besar di berbagai
aspek kehidupan, termasuk dalam perjuangan bangsa Indonesia sejak dahulu hingga
saat ini.
Bahkan dengan kaukus ini pula, gubernur berharap bisa
mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, khususnya di kancah politik di
Kalsel dan Indonesia.
Menurut Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, dalam dunia politik, termasuk di pemerintahan,
perempuan lebih teliti, jujur, dan takut korupsi.
“Kalau hari ini di DPR RI masih 20 persen, Ibu Ketua
(KPPI) berharap 30 persen, kalau Paman Birin ingin 32 (persen). Kenapa
tidak,” kata Paman Birin. (oie/foto:
olive)