PELAIHARI, banuapost.co.id– Setelah Tug Boat Ocean Indian terdampar di perairan Kabupaten Tanah Laut, kini giliran TB Rimau 1610 yang terdampar.
Jika TB Ocean Indian terdampar di perairan Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung, Rimau 1610 terdampar di Perairan Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan.
TB Rimau 1610 dengan ABK 10 orang menarik tongkang Rimau 3025 dari Morowali, Sulawesi Barat, dengan tujuan Kelanis, Kalimantan Tengah.
TB yang dikapteni M Rusli, Senin (11/1) melintas di perairan Tanjung Selatan pada pukul 16:00 Wita. Ketika itu kapten kapal ingin memperpendek jarak antara kapal dengan tongkang. Namun saat mundur, tanpa disadari ABK tali terlilit dipropeler (roda kapal).
Kapten dan ABK berupaya untuk melepas tali dari roda kapal. Karena hari sudah mulai gelap, kapal pun lego jangkar di dekat perairan Tanjung Dewa. Namun pada pukul 03:00 Wita Selasa (12/1), datang gelombang besar beserta angin. TB dan TK yang sudah lego jangkar, tidak mampu melawan kencangnya angin diserta ombak besar. Sehingga kapal akhirnya terdampar di Muara Tanjung Dewa.
Sepuluh ABK tidak mengalami cidera dalam kejadian tersebut. Mereka, M Rusli (kapten), M Sufid, Imron Ibrahim, Darwan Abbas, Agus Salim, Rusdi, Yusril Irsan, Sudirman, M Furqon, Barasepta Brilasandi.
Menurut Kapolsek Panyipatan, Iptu Subardi, meski terdampar TB dan TK dalam kondisi baik. Hanya keduanya tidak dapat bergerak, karena terjebak di pantai yang dangkal.
“Tug Boat Rimau 1610 akan segera melanjutkan perjalanan kalau air sudah pasang,” kata kapolsek saat dikonfirmasi, Selasa (12/1).
Berdasarkan info terakhir, kapal sudah terbebas dari jebakan lumpur sekitar pukul 16:00 Wita dan langsung melanjutkan perjalanan ke Kelanis Kalteng.
Penangan TB dan TK kandas ini selain dilakukan anggota Polsek Panyipatan, juga melibatkan anggota Pos TNI Al Batakan dan Masyarakat setempat. (zkl/foto: zul yunus)