SAMPIT, banuapost.co.id– Jabatan bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan hak. Tapi amanat yang diberikan dengan serangkaian tugas untuk dipertanggungjawabkan. Karena itu bekerja lah amanah untuk melayani, bukan dilayani.
Wanti-wanti disampaikan Camat Mentaya Hilir Selatan (MHS), Sampit, Kotim, Syahrial, ketika serah terima jabatan Lurah Basirih Hilir, Wahyudah, di Aula Kecamatan setempat, Selasa (21/9).
Wahyudah menggantikan Harifin yang dipindahtugaskan sebagai Kasi Administrasi Kelurahan Mentawa Baru, Ketapang, Sampit.
Jabatan yang diamanatkan, menurut camat, memiliki harapan besar masyarakat kepada pemerintah. Oleh sebab itu kepercayaan harus dijaga, terutama demi percepatan kinerja ke depan. Sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan baik.
“Kita harus melayani, bukan untuk dilayani. Karena itu mari merubah pola pikir yang modern, terus memacu diri untuk mampu bersaing di era globalisasi yang serba digital ini,” tandasnya.
Sebelum melakukan sertijab, wanita kelahiran Samuda itu dilantik Bupati Kotim, H Halikinnor, bersama 314 pejabat lainnya mulai dari Eleson ll, lll dan lV di Gedung Serbaguna, Sampit, Kamis(16/9).
Perempuan pertama menjabat sebagai pimpinan kelurahan wilayah perkotaan MHS itu, dinilai langkah tepat Pemkab Kotim. Sebab sosoknya aktif dibagai kegiatan, baik pendidikan, kemasyarakatan maupun keagamaan tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Ibu dua anak yang akrab disapa Idah itu, sebelumnya berprofesi sebagai seorang guru hingga jenjang kepala sekolah.
Perempuan kelahiran 1969 itu, berasal dari keluarga sederhana. Sebagai Kepsek yang berkiprah selama puluhan tahun di SDN 1 Basirih Hilir, selalu mendapatkan prestasi. Baik tingkat kecamatan maupun kabupaten. Bahkan sekolah itu, menjadi favorit dan terbaik, khusus wilayah selatan kecamatan.
Atas capaian keperimpinanya itulah, Kotim di bawah kepemimpinan Harati, memberikannya amanat sebagai lurah setempat, sekaligus dengan tanggung jawab membangun MHS. (um/foto: ist)