PELAIHARI, banuapost.co.id– Tim Pengawasan dan Penertiban (Wastib) LPG 3 Kg Tanah Laut, menindak pangkalan yang menjual gas bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET). Dari pangkalan itu, petugas gabungan mengamankan 20 tabung.
Terdiri Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan (Dinas Kopdag) serta Bagian Ekonomi Sekda Tala, melakukan aksinya Selasa (14/9) malam sekitar pukul 21:00 Wita.
Petugas gabungan itu mendapatkan informasi adanya pangkalan di kawasan Matah, Kelurahan Karang Taruna, menjual gas melon di atas HET. Berdasarkan laporan, petugas kemudian melakukan penelusuran.
Ternyata benar, pangkalan di RT 6 RW 2 Matah menjual di atas HET. Petugas kemudian mengamankan 20 tabung yang masih berisi gas dan dibawa ke Kantor Satpol PP dan Damkar Tala untuk ditindak lanjuti.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tala, M Kusri, tak menampik kegitan menindaklanjuti laporan warga mengenai sulit dan mulai mahalnya gas LPG 3 kilogram.
“Ini merupakan gerakan kami dalam upaya menertibkan peredaran gas 3 kilogram,” tegas M Kusri saat dikonfirmasi, Rabu (15/9) pagi.
M Kusri berharap tidak ada lagi pangkalan menjual LPG 3 Kg di atas HET dan pangkalan juga tidak lagi mendrop gas kepada warung-warung.
Distribusi gas untuk rakyat miskin di Tanah Laut sempat tenang dalam beberapa bulan dengan adanya penertiban dari Wastib LPG 3 Kg. Namun beberapa pecan terakhir, gas tersebut mulai sulit di dapatkan. Meskipun ada, pangkalan menjualnya di atas HET. (zkl/foto: ist)