SEI TABUK, banuapost.co.id– Jembatan gantung Desa Tandipah, Kecamatan Sei Tabuk, Kabupaten Banjar, minta korban lagi. Kali ini murid kelas 11 Madrasah Paku Alam, Bella Syarofa (16), Jumat (29/1).
Akibat kejadian, putri Surya yang mau kembali ke sekolah untuk aktivitas pramuka, harus dilarikan ke Puskemas Sei Lulut. Selain pingsan, bagian lutut bocah tersebut juga harus menerima jahitan.
Sepeda motor yang ditumpangi bersama sang ayah terkait plat besi jembatan yang menganga karena putus, hingga keduanya terlempar. Beruntung keduanya tak masuk Sungai Martapura.
Tak hanya plat tersebut, sebagian lantai besinya pun sudah banyak yang putus akibat usia. Sehingga lantai jembatanya pun berlobang, siap memangsa roda sepeda motor atau sepeda dan melemparkan penunggangnya.
“Ini merupakan peristiwa kesekian. Tak hanya anak-anak sekolah, orang dewasa serta orang tua tak jarang terlempar dari sepeda motor karena terangkut plat besi penahan lantai jembatan tersebut,” ujar Surya, warga setempat.
Padahal, sambung Surya, jembatan gantung tersebut jadi jalan alternatif warga jika dibandingkan melalui jembatan Lok Baitan yang jauh dan memutar.
“Apalagi kalau malam hari. Sudah peneranganya minim, kondisi jembatannya membahayakan. Kloplah sudah sengsaranya warga Desa Sei Tandipah, salah satu desa di Kabupaten Banjar ini,” ucap Surya. (yb/foto: ist)