BATULICIN, banuapost.co.id– Ketua DPD PDIP Propinsi Kalsel, Mardani H Maming, urung hadir dalam deklarasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Syafruddin H Maming (SHM) dan M Alpiya Rahman (MAR), di Komplek Makam leluhur, H Maming, di Capa Padang, Batulicin, Ahad (6/9).
Bahkan sampai pendaftaran dan penyerahan berkas persyaratan, Ketua Umum BPP HIPMI itu juga tak tampak di antara para pengurus parpol pengusung.
Seperti diketahui, pasangan calon Bupati dan wakil Baupati Tanah Bumbu, SHM dan MAR, didukung tiga partai politik, PDIP, Gerindra dan PPP.
Ketidakhadiran MHM di moment spesial itu, akhirnya pun terjawab oleh penjelasan Cuncung, sapaan akrab Syafruddin H Maming.
“Sebenarnya Pak Mardani ingin ikut berhadir di acara ini. Namun pesawatnya tak mendapat ijin mendarat di satu bandara,” ujar calon Bupati Tanbu yang mengusung jargon: ‘Bersama Rakyat Kita Menang’, sebagaimana dilansir dari situs jurnalisia.net.
Soal tak mendapat ijin mendarat, dikemukakan Cuncung baik ketika deklarasi, maupun saat memberikan sambutan seusai menyerahkan berkas persyaratan dan pendaftaran di KPUD Tanah Bumbu.
Selain itu, Cuncung juga mengingatkan anggota Polri dan TNI adalah milik rakyat Indonesia. Bukan milik satu golongan.
Soal tidak mendapat ijin mendarat ini, menjadi pertanyaan besar di tengah gegap gempitanya Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi yang diakui negara-negara di dunia.
Bagaimana tidak. Kalau konteksnya berkaitan dengan pilkada, sungguh akan menjadi bahan tertawaan, bahkan cibiran pegiat demokrasi di muka jagat raya ini.
Selain itu, apakah Bandara Bersujud ini milik perorangan atau golongan? Selama masih milik negara, hanya pesawat musuh yang dilarang mendarat. Terkecuali dalam keadaan yang sangat darurat demi keselamatan semua kru dan penumpang. (yb/foto: ist)