BANJARMASIN, banuapost.co.id – Keinginan masyarakat Kalsel khususnya warga kota berjuluk Seribu Sungai, untuk bisa segera menyaksikan film Jendela Seribu Sungai (JSS), dipastikan tak lama lagi terkabul.
Rumah produksi, Radepa Studio, Rabu (7/6) kemarin, merilis video trailer hingga posternya, dan dipastikan film tersebut akan tayang perdana di bioskop 20 Juli mendatang.
Film di bintangi Agla Artalidia, Bima Sena, Sheryl Drisanna, Halisa Naura, M.Dhiki Syafi’I, Mathias Muchus, Ariyo Wahab, Ibrahim ‘Baim’ Imran, Olla Ramlan, Ajil Ditto, Bopak Castello, Elma Istiana.
Bercerita tentang tiga anak, Bunga (Sheryl Drisanna), Arian (Bima Sena) dan Kejora (Halisa Nausa) yang bertekat meraih cita-cita. Keingan ketiga anak tersebut, diketahui Ibu Guru Sheila yang kemudian mendorong serta memotivasi mereka untuk meraih mimpinya.
Namun, keinginan ketiga anak tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka. Arian yang merupakan anak seorang seniman kuriding, cita-citanya justru ditentang ayahnya yang tidak ingin anaknya mewarisi keahliannya memainkan kuriding.
Kejora, bercita-citanya menjadi dokter, tapi ditentang orangtuanya lantaran trauma dengan dokter Puskesmas yang dianggap telah membunuh istrinya saat melahirkan.
Begitu pula dengan Bunga yang berbakat dibidang tari. Tak dapat mengembangkan bakatnya karena sejak lahir penyandang cerebral-palsy (penyakit yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh-red), dan kedua orangtuanya mengubur mimpi Bunga meskipun kehidupan mereka berkecukupan.
Alur cerita film ini sendiri, diangkat dari sebuah novel ciptaan Miranda Seftiana dan Avesina Soebli dengan judul yang sama. Novel tersebut diterbitkan pertama kali PT Grasindo, Jakarta pada tahun 2018 lalu. Keberadaan kisah dalam novel tersebut, selain dinilai mengangkat budaya serta kearifan lokal, juga sesuai dengan visi dan misi Pemko Banjarmasin, serta 3 prioritas pembangunan yang kini tengah dijalankan Pemko, yakni pembenahan sungai-sungai, melahirkan wirausaha baru berbasis UMKM dan ekonomi kreatif untuk mengembalikan Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa, pelayanan publik yang cepat dan murah dengan program smart city.
Di pertengahan tahun 2022 lalu, Pemko Banjarmasin bersama Radepa Studio sepakat mengangkat cerita dalam novel tersebut ke layar kaca.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sangat mengapresiasi dirilisnya trailer hingga poster film tersebut.
Orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai, sekaligus Produser Eksekutif JSS ini berharap, dengan hadirnya film ini tak hanya memperkenalkan budaya serta kearifan lokal masyarakat Kota Banjarmasin semata, tetapi dapat meningkatkan taraf penghidupan masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan ke kota ini.
“Film tersebut diproduksi dengan kualitas gambar terbaik,” kata Ibnu dalam pesan singkatnya. (prokom/foto: ist)