PELAIHARI, banuapost.co.id– Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (kahutla), menyelimuti sebagian Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu (25/6). Sehingga pengendara kesulitan melihat jalan karena pekatnya.
Menurut warga, kabut asap sudah mulai terlihat pada tengah malam sampai sekitar pukul 06:00 pagi. Bahkan jarak pandang hanya sekitar 2-5 meter
Dari pantauan di lapangan, ruas Jalan Trans Kalimantan yang melintasi Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru dan Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tala. tertutup kabut asap. Di kiri dan kanan jalan tersebut merupakan lahan kosong.
Kabut asap ini menyelimuti jalanan tersebut selama dua hari karena dampak kebakaran lahan dan hutan. Diketahui jika ada 100 hektare lahan yang terbakar dalam dua hari terakhir bahkan api menjalar mendekati ruas Jalan Trans Kalimantan.
Salah satu warga Landasarn Ulin, Achamd, mengatakan, banyak pengemudi yang terpaksa memperlambat laju kendaraannya. Hal ini lantaran jarak pandang mereka terhalang asap. Ada juga pengendara yang berhenti menungu asap menghilang.
“Ini sudah dua hari kabut asap pekat. Sebelumnya ada kebakaran hutan. Ini kabut asap jam 05:30 sudah mulai ada,” ucap Achmad, Minggu (25/6).
Warga lainnya, Hasan, membenarkan dalam beberapa hari terakhir kabut asap pekat menyelimuti sebagian Desa Pandahan. Bahkan asap pekat sudah mulai turun sekitar pukul 01:00 dini hari dan berlangsung sampai subuh.
“Jam 01.00 sudah mulai kabut asap sampai jam 04.00 pagi. Itu kan ada kebakaran hutan selama seminggu,” kata Hasan.
Kebakaran lahan cukup besar terjadi pada Jumat dan Sabtu di Liang Anggang Banjarbaru dan Desa Pandahan, Tala. (zkl/foto: zul)