BANJARMASIN, banuapost.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan operasi pasar gas elpiji tiga kilogram (melon) tersebar di 17 kelurahan.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan operasi pasar itu dilakukan guna menindaklanjuti keluhan warga terhadap langkanya gas melon tersebut di beberapa wilayah.
“Dihari ketiga pelaksanaan operasi pasar gas elpiji di empat kelurahan dan setiap pangkalan dikirim satu truk sebanyak 560 tabung,” ucap Ibnu usai meninjau operasi pasar gas elpiji di Kelurahan Pekapuran Raya, Sabtu (18/5) siang.
Ibnu mengungkapkan kelangkaan gas elpiji terjadi karena tertundanya pengiriman dari Pertamina ke pangkalan saat hari libur beberapa waktu lalu. Tentunya di operasi pasar ini lanjut Ibnu, guna memastikan gas subsidi itu diterima warga penerima manfaat.
“Bagi yang belum mendaftar di My Pertamina itu wajib didaftarkan supaya penyaluran sesuai karena melalui aplikasi itu bisa melacak di GPS agar tidak terjadi kebocoran,” kata Ibnu.
Adapun tujuan lainnya untuk menstabilkan distribusi gas elpiji agar tidak langka. Sekaligus menstabilkan harga yang melambung tinggi dari Harga Enceran Tertinggi (HET) Rp18.500 per tabungnya.
Dari pelaksanaan operasi pasar ini, akan dievaluasi untuk kemungkinan pelaksanaan di kelurahan lainnya.
“Kalau misalnya dibutuhkan operasi pasar di luar 17 kelurahan ini akan kita sampaikan ke Pertamina agar bisa dilaksanakan sampai stabil,” tuturnya.
Disamping itu, pihaknya meminta kepada pangkalan untuk mendata ulang warga penerima gas subsidi.
“Seperti tadi ada yang baru menerima, ada yang belum terdaftar. Jadi untuk memastikan perlu didata ulang,” kata walikota.
Ia juga menghimbau kepada warga yang bukan penerima gas subsidi yakni bukan warga miskin untuk beralih menggunakan tabung gas elpiji lain.
“Sebaiknya jangan mengambil jatah subsidi ini tapi yang warna pink atau biru,” tutup Ibnu.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perkonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Banjarmasin, Siane Apriliawati menuturkan selama tiga hari pelaksanaan operasi pasar tersalurkan 9.520 ribu tabung gas di 17 kelurahan.
“Masing-masing kelurahan itu disalurkan sebanyak 560 tabung. Sudah kita laksanakan tiga hari dan hari ini terakhir,” katanya.
Siane menjelaskan pelaksanaan operasi pasar di 17 kelurahan yang ada memang dikarenakan di wilayah tersebut paling banyak dilaporkan kelangkaan gas melon.
“Berdasarkan sidak dari kami juga, secara umum kelangkaan terjadi di 17 kelurahan ini,” ujar Siane.
Namun, apabila nanti ada laporan serupa di luar 17 kelurahan tadi lanjutnya, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Pertamina untuk dilaksanakan operasi pasar lagi.
“Tidak menutup kemungkinan akan kita laksanakan lagi untuk menstabilkan pendistribusian elpiji 3 kg ini,” tandasnya. (ril/foto: ist)