PELAIHARI, banuapost.co.id– Dinilai menunjukkan performa impresif, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanah Laut mendapat predikat ‘The Best Bank’ dari Majalah Infobank 2021.
Dari total 198 BPR milik pemerintah daerah se-Indonesia, BPR Tala dikategorikan beraset Rp 25 miliar sampai dengan Rp 50 miliar.
Dihimpun dari data aset per September 2020, aset BPR Tala senilai Rp 27,51 miliar dengan pertumbuhan year on year sebesar 298,48 persen.
Dengan pertumbuhan year on year yang hampir menyentuh 300 persen tersebut, dapat disimpulkan BPR Tala telah mengalami kemajuan pesat dalam waktu yang relatif singkat.
Penghargaan The Best Bank dari Majalah Infobank, diakui Bupati H Sukamta sebagai sebuah lompatan besar dari kinerja BPR Tala.
“Ini sebuah kinerja luar biasa. Harus disupport supaya BPR kita bisa lebih besar lagi dan bisa memberikan kemudahan pelayanan keuangan kepada masyarakat Bumi Tuntung Pandang,” katanya, Senin (22/3).
Menurut Sukamta, sejak didirikan 2015 lalu hingga 2018, BPR Tala terus menerus mengalami kerugian. Bahkan pada tahun buku 2018, kerugian mencapai Rp 1,5 miliar lebih besar dari modal setor yaitu Rp 1,15 miliar.
“Waktu itu sudah disarankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dibubarkan. Namun begitu saya dilantik pada 17 September 2018, selama tiga bulan sampai Desember, kita perbaiki sisi manajemen untuk mendapatkan pangsa pasarnya. Kemudian kita komunikasikan dengan Bank Kalsel untuk memberikan support dalam bentuk dana segar (fresh money),” jelasnya.
Demi menyelamatkan BPR Tala, bupati juga mengambil kebijakan mewajibkan pejabat administrator lingkup Tala untuk menabung di BPR. Kebijakan ini guna meningkatkan kemampuan penyediaan Capital Adequacy Ratio (CAR), yaitu rasio kecukupan modal yang berguna untuk menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi bank.
“Sehingga pada 2019, kinerja meningkat. Bahkan tahun buku 2019, menghasilkan keuntungan sebesar Rp 310 juta. Tahun buku 2020, kita mendapat dua setengah kali lipat keuntungan. Ini sebuah kinerja yang sangat baik dan BPR kita juga membantu pelaksanaan program pinjaman dengan bunga nol persen dari Pemkab Tala,” tuturnya.
Selama ini, lanjut Sukamta, Pemkab Tala memiliki program gerakan peningkatan usaha rakyat melalui kredit tanpa bunga dan rente bagi ekonomi lemah (Gapura Karomah) atau pinjaman dengan bunga nol persen yang disalurkan melalui BPR.
Kesuksesan BPR Tala juga tak lepas dari program Gapura Karomah yang mendorong para petani, nelayan dan pelaku usaha kecil untuk melakukan kredit di BPR.
Sebelumnya, BPR Tala pernah menerima penghargaan kategori TOP BUMD Awards 2020, sektor BPR Bintang 3 oleh majalah Top Business (yang diterbitkan PT Madani Solusi Internasional) bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan beberapa Lembaga, Asosiasi dan Konsultan Bisnis.
“2019 kita juga mendapat penghargaan The Best Performance pada kategori pengelolaan aset Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar. Sekarang, 2020, BPR Tala masuk kategori pengelolaan aset Rp 25 miliar sampai Rp 50 miliar. Sebuah kinerja yang luar biasa,” tandasnya. (zkl/foto: ist)