KOTABARU, banuapost.co.id– Kompetensi guru saat ini harus mampu memenuhi kebutuhan belajar modern. Pembelajaran berbasis IT sekarang ini menjadi jawaban atas tuntutan kemajuan era teknologi digital. Karana itu, guru harus mampu meningkatkan kompetensi, terutama bagi guru sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka belajar.
Harapan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis, ketika membuka kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tingkat Satuan Pendidikan di sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka belajar, SMPN 1 Kelumpang Barat, Kotabaru, Jumat (19/11).
“Guru pada sekolah penggerak, harus lebih baik kompetensinya dari pada sekolah biasa. Karena itu kegiatan-kegiatan yang bersifat peningkatan kompetensi, harus digalakkan. Di sekolah ini tenaga pengajarnya relatif muda-muda, harus lebih semangat,” ujar mantan Kepala Desa Bungkukan, Kelumpang Barat, menyemangati.
Guru pada sekolah penggerak –sebutan bagi sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka belajar- lanjut Syairi, dituntut bisa memberikan pelajaran yang lebih bermakna dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Guru pun juga harus mampu memasilitasi gaya belajar peserta didik yang beragam.
“Karena itu pembelajarannya harus menyenangkan. Mengelola pembelajaran tidak hanya dalam kelas, namun memanfaatkan sumber dan sarana yang lain. Misalnya dengan membuat pembelajaran di alam terbuka,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, dalam kapasitasnya sebagai legislator, Syairi berjanji akan mengawal kebijakan pemerintah daerah agar lebih memperhatikan sektor pendidikan, terutama bagi sekolah yang berstatus sebagai sekolah penggerak.
“Seperti kita tahu, sekolah penggerak ini adalah sekolah pilot project dari kementrian pendidikan. Karena itu kometmen pemerintah daerah pada kementerian tentang program sekolah penggerak, harus dikawal,” janji politisi PDIP ini.
Lebih konkret, Syairi berjanji akan memberikan atensi bagi pemenuhan kebutuhan guru di sekolah penggerak dan turut memperjuangkan status guru honorer. Ia bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
“Yang masih berstatus honorer, terutama honorer sekolah, akan kita perjuangkan,” pungkasnya.
Sementara, Kepala SMPN 1 Kelumpang Barat, Said Hairullah, mengapresiasi bentuk perhatian seluruh stakeholder terhadap sekolah yang dipimpinnya sejak ditunjuk sebagai pelaksana program sekolah penggerak (PSP).
Di semester awal penerapan PSP, Said mengaku menerima banyak bantuan sarana pendidikan, baik itu dari kementrian pendidikan maupun dari pemerintah pusat.
“Kita tentu bersyukur dengan ditunjuknya sekolah kita sebagai pelaksana PSP. Kita memperoleh banyak fasilitas, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah,” ujarnya.
Saat kunjungan kerja ke SMPN 1 Kelumpang Barat, Syairi Muklis juga menyerahkan bantuan alat drumband. Ia juga mendata kebutuhan sarana pendikan yang belum tercukupi. (uza/foto: bzak)