PELAIHARI, banuapost.co.id– Nelayan Desa Batakan, Kesamatan Panyipatan, Tanah Laut, menemukan mayat terdampar di pantai setempat. Namun dalam kondisi tidak utuh.
Jasad yang hanya mengenakan celana dalam, ditemukan nelayan yang baru pulang mencari ikan, Rabu (20/7) sekitar pukul 10:00 Wita. Penemuan langsung dilaporkan ke aparat desa yang kemudian meneruskannya ke Polsek Panyipatan.
Evakuasi tidak berjalan mulus karena kondisi cuaca di sekitar kawasan Panyipatan diguyur hujan. Sementara akses kendaraan roda empat, tidak ada untuk menuju kawasan Sungai Sapat, Desa Batakan.
Petugas dari polsek dibantu warga setempat, mencoba menggunakan speed boat untuk mencapai lokasi penemuan. Namun tidak berhasil, karena ombak besar di Tanjung Selatan, sehingga rombongan kapolsek dan warga kembali ke Pantai Batakan Baru.
“Kami sudah mencoba menggunakan speed boat untuk evakuasi, namun tidak berhasil akibat ombak besar,” kata Hasanul, pengelola Pantai Batakan Baru yang ikut dalam tim evakuasi.
Menurut Hasanul setelah gagal menggunakan speed boat, ia dan kapolsek kemudian menggunakan sepeda motor trail menyusur Pantai Batakan.
“Kondisi jasad kepalanya sudah tinggal tengkorak dan beberapa bagian tubuh hilang,” terang Hasanul.
Dibantu warga setempat, jasad kemudian dimasuk ke dalam kantong mayat dan dibungkus terpal. Jasad ditempatkan dibagian belakang motor trail yang dikendarai Hasanul.
“Jasad terpaksa dibungkus terpal, karena kondisi kantong mayatnya sudah ada yang sobek,” ujar Hasanul.
Kapolsek Panyipatan, Iptu Subardi, membenarkan penemuan jasad di kawasan Pantai Sungai Sapat, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, yang berbatasan dengan Sanipah, Desa Kandangan Lama.
“Kami mendapat informasi penemuan jasad sekitar pukul 11:30 Wita dari warga yang baru saja pulang mencari ikan,” kata kapolsek.
Menurut kapolsek, jasad yang ditemukan tidak ada identitas dan hanya memakai celana dalam.
“Belum tahu pasti apakah jasad ini salah satu dari lima anak buah kapal LCT Anugerah Indasah yang terbalik beberapa waktu lalu,” ujar Iptu Subardi.
Jasad yang ditemukan setelah sampai di Pantai Batakan Baru langsung dipindah ke ambulan PMI Tanah Laut yang ikut dalam proses evakuasi. Jasad dibawa ke kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Sarang Halang, Pelaihari.
Dugaan jasad adalah salah satu dari lima ABK yang masih dicari muncul, karena lokasi penemuan tidak jauh dengan lokasi Kapal LCT Anugerah Indasah terbalik. LCT Anugerah Indasah terbalik pada Kamis (24/6) malam sekitar 4 mil dari Pantai Sanipah. (zkl/foto: ist)