JAKARTA, banuapost.co.id– Seiring dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang meningkat jelang akhir tahun, ditambah lagi dengan varian Omicron XBB yang sudah masuk ke Indonesia. Kombinasi faktor ini diprediksi memicu kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.
Terkait gelombang kasus, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mewanti-wanti gelombang puncak kasus positif akan terlihat di satu hingga dua minggu ke depan.
“Antara 1 dan 2 pekan ke depan, kemungkinan puncak kasus Covid-19 bakal tercapai,” kata Menkes Budi dalam acara Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting, Jumat (25/11).
Ia memprediksi, kasus subvarian baru Omicron XBB dan BQ.1 nantinya bisa melebihi varian BA.4 dan BA.5. Memicu lonjakan kasus hingga mencetak rekor sejauh ini 8 ribu pasien per hari, dengan gelombang sekitar 10 sampai 15 ribu kasus.
“Diperkirakan mungkin di angka 10 hingga 15 ribu kasus per hari. Kalau misalnya wave ini terkendali, Indonesia termasuk satu dari beberapa negara yang tidak mengalami gelombang besar selama 12 bulan,” sambungnya.
Kendati varian XBB memang mudah menular meski tingkat fatality (keparahan) tidak seperti sebelumnya, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir berlebihan. Namun tentunya, protokol kesehatan ketat dan melengkapi vaksinasi booster tetap harus dijalankan, termasuk lansia yang saat ini sudah mulai vaksinasi booster dosis kedua.
“Booster lagi sekarang, karena antibodinya setiap 6 bulan menurun,” jelas Menkes Budi. (yb/foto: dok)